Jembatan Parit Landang kini kembali menjadi akses penting setelah dapat dilalui kendaraan

Ahad, 23 November 2025 | 13:05:23 WIB

Keritang - Di tengah aktivitas masyarakat Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Riau, Jembatan Parit Landang kini kembali menjadi akses penting setelah dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga lori pengangkut sawit. Keberadaan jembatan ini menjadi nadi penghubung aktivitas ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan mobilitas harian.

Pada Minggu, 23 November 2025, awak media seribuparitnews.com memantau langsung kondisi terbaru jembatan tersebut. Dari pengamatan di lapangan, struktur jembatan masih bersifat darurat. Tiang-tiang penyangga di bagian bawah menggunakan batang kelapa, sementara lapisan permukaan atasnya tersusun dari papan kayu. Bagian atas jembatan kemudian ditimbun dengan batu beskos untuk memberikan kekuatan tambahan bagi kendaraan yang melintas.

Meski sudah bisa dilalui, tampak jelas bahwa jembatan ini tidak dibangun untuk menahan beban berat dalam jangka panjang. Di beberapa titik terlihat bahwa pemadatan batu beskos masih belum merata, sehingga pengemudi harus berhati-hati ketika melewati bagian yang berpotensi licin atau rentan ambles.

Long Jai, selaku pemborong perbaikan jembatan sekaligus penyedia alat berat, memberikan imbauan tegas kepada para pengguna jalan. Ia meminta khususnya kepada sopir lori pengangkut buah sawit agar tidak membawa muatan berlebih. Menurutnya, jembatan ini belum cukup kuat menahan tekanan dari kendaraan dengan beban tinggi, terutama jika melewati jembatan secara bersamaan.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Arus lalu lintas lori pengangkut sawit di daerah ini terbilang padat, sehingga potensi kerusakan sewaktu-waktu bisa terjadi apabila kendaraan tidak memperhatikan batas kapasitas. Selain sawit, kendaraan bermuatan material bangunan juga diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat melewati bagian turunan jembatan yang juga ditimbun batu beskos.

Meski kondisi jembatan masih darurat, masyarakat tetap merasa lega karena akses mereka kembali terbuka. Aktivitas ekonomi yang sempat terhambat kini mulai bergerak lagi. Namun di balik rasa syukur itu, tersimpan kekhawatiran tentang ketahanan jembatan ini dalam menghadapi beban aktivitas harian yang terus meningkat.

Tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga sekitar kompak menyuarakan harapan besar kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas PUPR. Mereka berharap agar pembangunan jembatan permanen dapat diakomodasi dalam program tahun 2026. Keinginan masyarakat sederhana: jembatan beton yang kokoh, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Harapan itu bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang keberlanjutan mobilitas dan perkembangan wilayah Keritang. Jembatan Parit Landang bukan sekadar penghubung dua sisi jalan, melainkan penghubung kehidupan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat Kotabaru Seberida yang selama ini terus berkembang bersama denyut aktivitas di sepanjang jalur Syekh Abdurrahman Yaqub.

 

Terkini