Antisipasi Cuaca Ekstrem BMKG, Plt Gubri Perintahkan Evaluasi Total Anggaran untuk Tambah Dana Darurat

Ahad, 30 November 2025 | 18:06:54 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU – Bencana alam yang melanda provinsi-provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, telah menarik perhatian serius dari Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau terkait pembahasan pembentukan peraturan daerah pada Sabtu (29/11/2025), ia menegaskan bahwa kondisi darurat di wilayah sekitar menjadi pengingat krusial akan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan daerah di Riau.

SF Hariyanto mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menerima data peringatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Data tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan hujan badai yang diprediksi dapat berdampak signifikan ke wilayah Riau.

"Kami sudah dapat data dari BMKG, dan potensi cuaca ekstrem ini bisa berpengaruh ke Riau," ujarnya, merujuk pada perlunya peningkatan kewaspadaan di tengah perubahan iklim ekstrem.

Kekhawatiran Pemprov Riau semakin besar setelah mencermati dampak kerugian besar akibat bencana yang terjadi di provinsi-provinsi sekitar. Menyikapi situasi ini, ia menyatakan bahwa dirinya telah segera berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau untuk meninjau ulang dan memastikan kesiapan alokasi anggaran darurat daerah.

Ia secara spesifik menyoroti alokasi awal anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana darurat yang saat ini hanya dianggarkan sebesar Rp20 miliar. Ia menggarisbawahi potensi ketidakcukupan dana jika terjadi bencana skala besar di Riau.

"Melihat dampak bencana yang terjadi di provinsi tetangga, saya khawatir anggaran itu akan berat jika kita menghadapi situasi serupa," jelasnya.

Menyikapi kekhawatiran tersebut, SF Hariyanto mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan dan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Riau. Program dan kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan segera dipangkas atau ditunda.

Tujuannya adalah untuk menggeser dan memperkuat alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) demi menghadapi kondisi darurat dan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Ia berujar bahwa penambahan dana darurat adalah prioritas utama untuk menjamin respons cepat dan efektif terhadap potensi bencana.

"Setelah rapat evaluasi, kegiatan yang tidak prioritas akan kita geser, dan anggaran BTT akan kita tambah," tegas Plt Gubernur.

SF Hariyanto menambahkan bahwa kesiapsiagaan dan langkah antisipasi ini harus dimulai sejak dini tanpa menunda-nunda. Menurutnya, persiapan yang matang adalah kunci agar Pemprov Riau tidak kewalahan dan mampu merespons dengan cepat jika bencana alam, seperti banjir atau longsor, terjadi secara tiba-tiba di wilayah Riau.

"Kita harus bersiap dari sekarang. Kalau tidak siap, kita akan berat menghadapinya," katanya.

Meskipun mengambil langkah pencegahan dan memperkuat dana siaga, ia tetap berharap dan berdoa agar Provinsi Riau terhindar dari kejadian serupa yang menimpa provinsi lain. Namun, ia menekankan bahwa kewaspadaan dan upaya antisipasi harus terus dijaga. "Kita berdoa bersama semoga Riau terhindar dari bencana. Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan," pungkasnya.

Terkini