Update 1 Januari 2026: Total Outflow Waduk PLTA Koto Panjang Capai 364,44 m³/s

Kamis, 01 Januari 2026 | 15:29:26 WIB
PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, kembali menyampaikan perkembangan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang per Kamis, 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

PEKANBARU — Manajemen PLTA Koto Panjang, Kampar, Riau, kembali menyampaikan perkembangan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang per Kamis, 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menyebutkan bahwa elevasi waduk tercatat berada di angka 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada waktu yang sama, debit air keluar melalui turbin tercatat sebesar 226,84 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, outflow melalui pintu pelimpah waduk atau spillway dengan bukaan dua pintu masing-masing 50 sentimeter mencapai 137,60 m³/s. Dengan demikian, total outflow waduk mencapai 364,44 m³/s.

"Adapun debit air masuk atau inflow waduk tercatat sebesar 1.287,15 m³/s. Angka ini menunjukkan inflow masih berada pada level tinggi meskipun mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya," jelasnya.

Sebagai perbandingan, pada Rabu, 31 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, elevasi Waduk Koto Panjang berada di angka 80,10 mdpl dengan outflow turbin 228,86 m³/s dan inflow waduk mencapai 1.593,94 m³/s. Dalam kurun waktu 24 jam, elevasi waduk mengalami kenaikan sekitar 34 sentimeter.

Dhani Irwansyah menjelaskan bahwa pembukaan pintu spillway yang dilakukan sejak Selasa, 30 Desember 2025 pukul 10.00 WIB merupakan hasil kesepakatan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan PLTA Koto Panjang yang dibahas sehari sebelumnya, Senin, 29 Desember 2025. Kebijakan tersebut telah sesuai dengan prosedur early release yang berlaku.

Keputusan early release diambil karena Tinggi Muka Air (TMA) atau elevasi aktual waduk telah melebihi elevasi Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW) 2025 sebesar 50 sentimeter dalam waktu 24 jam. Bahkan, pada 29 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, selisih elevasi telah mencapai 1,5 meter dengan elevasi aktual 79,20 mdpl, sementara elevasi RTOW berada di angka 77,70 mdpl.

Selain faktor elevasi, kondisi operasional pembangkit turut menjadi pertimbangan utama. Saat ini, PLTA Koto Panjang hanya dapat beroperasi dengan dua unit pembangkit dengan beban 38 megawatt.

Kondisi tersebut menyebabkan outflow turbin maksimal hanya sekitar 230 m³/s, lebih rendah dibandingkan operasi normal tiga unit pembangkit yang mampu menghasilkan outflow hingga 348 m³/s, sehingga terdapat selisih sekitar 118 m³/s.

“Atas dasar kondisi tersebut, ditambah tingginya curah hujan di wilayah hulu waduk serta proyeksi inflow yang masih meningkat dalam beberapa hari ke depan, Tim Koordinasi menyepakati dilakukan early release melalui pembukaan pintu pelimpah sebagai upaya pengendalian inflow, outflow, dan elevasi waduk,” ujar Dhani Irwansyah.

Ia menambahkan, dengan dibukanya dua pintu spillway setinggi 50 sentimeter atau setara debit sekitar 134 m³/s berdasarkan tabel buangan air, total outflow waduk saat ini mendekati kondisi PLTA Koto Panjang ketika beroperasi normal dengan tiga unit pembangkit pada beban maksimal.

Manajemen PLTA Koto Panjang memastikan pemantauan kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar terus dilakukan secara intensif.

"Masyarakat yang berada di wilayah hilir waduk diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pihak PLTA serta instansi terkait," imbaunya.

Terkini