Brigjen Hengki Haryadi, Jenderal Pembasmi Preman Resmi Mengabdi di Bumi Lancang Kuning

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:51:34 WIB

Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi memiliki Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) baru, yakni Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi. Perwira tinggi Polri yang dikenal luas dengan rekam jejak tegas dalam pemberantasan premanisme dan kejahatan terorganisasi.

Prosesi sertijab berlangsung khidmat, ditandai dengan pemindahan tanda pangkat Wakapolda lama kepada yang baru, serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh kedua jenderal bintang satu tersebut.

Serah terima jabatan Wakapolda Riau digelar di halaman Mapolda Riau, Rabu (14/1/2026), dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, SIK, MH, MHum. 

Sesuai surat telegram yang dikeluarkan Mabes Polri, Brigjen Hengki menggantikan Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo yang mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Timur.

“Hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan Wakapolda Riau dari Brigjen Jossy kepada Brigjen Hengki. Brigjen Jossy mendapat amanah baru sebagai Wakapolda Kalimantan Timur, wilayah strategis seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara,” ujar Kapolda.

Kapolda menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan penguatan institusi.

“Saya mengapresiasi dedikasi pak Jossy selama bertugas di Riau, khususnya kontribusinya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum terhadap Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI),” kata Kapolda.

Kapolda menambahkan, sosok Brigjen Jossy, terkenal di wilayah Kabupaten Kuansing karena perannya dalam memberantas PETI.

“Beliau (Jossy, red) dikenal sebagai tokoh di Kuansing, terkait pemberantasan korupsi,” ungkap Kapolda.

Sementara itu, kehadiran Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau dinilai membawa energi baru dalam upaya penegakan hukum. Perwira tinggi kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 16 Oktober 1974 ini dikenal publik sebagai sosok “pembasmi preman” dengan prinsip tegas bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Tercatat, sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan kariernya di wilayah Ibu Kota, Brigjen Hengki pernah menangani berbagai kasus besar yang menyita perhatian publik, mulai dari pemberantasan kelompok premanisme, pengungkapan kasus mafia tanah yang melibatkan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga penindakan terhadap jaringan kriminal dan narkotika.

Ia juga dikenal sebagai perwira yang memimpin langsung sejumlah operasi penting, termasuk penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. 

Sebelum dipercaya menjabat Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Dengan latar belakang tersebut, Brigjen Hengki diharapkan mampu memperkuat soliditas internal Polda Riau, meningkatkan rasa aman masyarakat, serta mendorong penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan.

Usai rangkaian sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di lingkungan Mapolda Riau sebagai simbol komitmen pelestarian lingkungan. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan farewell untuk mengantar Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo menuju penugasan barunya.

Kapolda Riau menambahkan, dalam waktu dekat Polda Riau juga akan melaksanakan serah terima jabatan sejumlah pejabat utama lainnya. “Kami berharap seluruh jajaran tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Kapolda.

Terkini