Polisi Selidiki Temuan Mayat Bocah dalam Karung di Cilacap

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:27:16 WIB

Cilacap – Polisi masih menyelidiki kasus penemuan mayat seorang anak perempuan berusia 4 tahun 10 bulan yang ditemukan di dalam karung di Jalan Dr Rajiman, Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah. Jenazah korban ditemukan pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat korban dilaporkan hilang sejak Kamis (29/1/2026).

“Korban terakhir kali terlihat bermain di sekitar rumahnya di Jalan Dr Rajiman pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Budi saat menyampaikan rilis di Mapolresta Cilacap, Jumat (30/1/2026).

Budi mengatakan, setelah bermain korban sempat pulang ke rumah dan bertemu dengan kakeknya, Tasikun. Saat itu korban berpamitan untuk membeli es dan kembali bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah.

“Namun hingga sore hari korban tidak kembali ke rumah. Keluarga kemudian melakukan pencarian dan bertanya kepada warga sekitar, namun korban tidak ditemukan,” ujarnya.

Karena tidak membuahkan hasil, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilacap Tengah. Polisi bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum ditemukan.

Keesokan harinya, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, seorang warga melaporkan kepada Polsek Cilacap Tengah dan juga menghubungi layanan 110 terkait adanya temuan mencurigakan.

“Petugas mendatangi lokasi yang masih berada di sekitar Jalan Dr Rajiman, Kelurahan Gunung Simping. Lokasinya hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban,” jelas Budi.

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Satreskrim Polresta Cilacap, ditemukan mayat seorang anak perempuan di dalam karung. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal di lokasi.

Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Cilacap Tengah untuk pemeriksaan awal sebelum korban dievakuasi.

“Korban kemudian kami bawa ke RSUD Dr Margono Soekarjo Banyumas untuk dilakukan visum dan autopsi,” katanya.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Cilacap masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi.

“Sebanyak empat saksi telah kami periksa, yakni kakek korban atas nama Tasikun serta tiga warga di sekitar lokasi penemuan jenazah,” imbuhnya.

Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Kami berharap perkara ini dapat segera terungkap dan tuntas. Kami mohon doa dari masyarakat,” ujar Budi.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya yang beredar di media sosial dan platform online terkait kasus tersebut.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” ujarnya.

Budi menegaskan, penyebaran informasi hoaks dapat mengganggu proses penyelidikan serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Apabila masyarakat memperoleh informasi terkait kasus ini, kami harapkan untuk melakukan klarifikasi melalui sumber resmi kepolisian atau media yang kredibel,” tambahnya.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Cilacap agar tetap kondusif di tengah maraknya pemberitaan yang viral.(Kamsi Gautama)

Terkini