Luas Panen dan Produksi Padi Riau 2025 Meningkat, BPS Catat Tren Positif

Senin, 02 Februari 2026 | 18:03:17 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kinerja sektor pertanian, khususnya padi, menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Luas panen, produksi padi, hingga produksi beras mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, Senin (2/2/2026), menyampaikan bahwa luas panen padi di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 59,50 ribu hektare.

“Luas panen padi pada 2025 mencapai 59,50 ribu hektare, mengalami peningkatan sebesar 3,08 ribu hektare atau 5,46 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 56,42 ribu hektare,” ujar Fitri Hariyanti.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen padi pada 2025 terjadi pada bulan Maret, sama seperti tahun sebelumnya. Pada Maret 2025, luas panen padi tercatat sebesar 10,98 ribu hektare, meningkat dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 8,43 ribu hektare.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 22,87 ribu hektare. Angka tersebut meningkat sekitar 1,21 ribu hektare atau 5,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Seiring meningkatnya luas panen, produksi padi juga mengalami kenaikan. Fitri menjelaskan, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 232,07 ribu ton.

“Produksi padi pada 2025 yaitu sebanyak 232,07 ribu ton GKG, mengalami peningkatan sebanyak 10,02 ribu ton atau 4,51 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 222,06 ribu ton GKG,” jelasnya.

Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret dengan capaian 43,97 ribu ton GKG, sedangkan produksi terendah tercatat pada bulan Desember sekitar 7,95 ribu ton GKG.

Dari sisi wilayah, tiga daerah dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hulu. Selain itu, beberapa daerah mencatat peningkatan produksi yang cukup signifikan, di antaranya Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Dumai.

Namun demikian, penurunan produksi padi yang cukup besar juga terjadi di beberapa wilayah, salah satunya Kota Pekanbaru. Sementara daerah dengan produksi padi GKG terendah tercatat di Kabupaten Indragiri Hulu, Kota Dumai, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, BPS mencatat produksi beras pada 2025 mencapai 133,19 ribu ton.

“Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 133,19 ribu ton, mengalami peningkatan sebanyak 5,75 ribu ton atau 4,51 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 127,44 ribu ton,” kata Fitri.

Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret sebesar 25,24 ribu ton, sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan Desember. Sementara itu, potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 51,76 ribu ton, atau meningkat sekitar 4,56 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"BPS menilai peningkatan luas panen dan produksi padi ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan di Provinsi Riau, terutama dalam menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan konsumsi penduduk," tandasnya.

Terkini