BENGKALIS – Layanan penyeberangan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) di Kabupaten Bengkalis bersiap memasuki era baru dengan peralihan sistem tiket konvensional ke sistem tiket elektronik (e-tiketing). Langkah strategis ini diambil Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjamin ketertiban antrean, serta menciptakan transparansi dalam pengelolaan retribusi transportasi laut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah ST MT, menyatakan bahwa transformasi digital ini merupakan respons atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih cepat dan akuntabel. Saat ini, progres implementasi sistem tersebut telah memasuki tahap krusial, yakni penetapan calon mitra kerja sama yang akan mengelola infrastruktur digital di pelabuhan.
"Vendor atau mitra penyedia layanan e-tiketing sudah kita tetapkan. Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi secara intensif dengan DPRD Bengkalis untuk penyelarasan regulasi sebelum dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara resmi," ujar Ardiansyah saat dikonfirmasi pada Senin (2/2/2026).
Mantan Kadis PUPR Bengkalis ini menargetkan proses administrasi dan penandatanganan PKS tersebut dapat dirampungkan dalam kurun waktu dua pekan ke depan. Setelah payung hukum kerja sama diteken oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, Dishub akan segera memulai rangkaian uji coba teknis di lapangan, mulai dari tahap soft opening hingga peluncuran resmi (grand opening).
Pada tahap awal pengoperasiannya, sistem ini akan mengedepankan kemudahan akses melalui metode pemindaian barcode. Pengguna jasa yang telah melakukan pembelian tiket, baik melalui aplikasi daring maupun gerai luring, hanya perlu memindai kode unik mereka pada pintu gerbang elektronik (automatic gate) yang telah dipasang di area buffer zone menuju dermaga.
"Gate akan melakukan scanning secara otomatis untuk memvalidasi data kendaraan dan penumpang. Sembari sistem berjalan, petugas kami akan terus melakukan edukasi dan pendampingan di lokasi agar masyarakat tidak gagap teknologi dan terbiasa dengan pola transaksi digital ini," jelas Ardiansyah menambahkan.
Digitalisasi ini diharapkan dapat mencapai performa optimal sebelum memasuki momentum krusial, yakni Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pemerintah daerah berambisi menjadikan e-tiketing sebagai solusi permanen untuk mengurai kemacetan dan antrean panjang yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan klasik saat puncak arus mudik dan balik lebaran di pelabuhan penyeberangan.
Menyangkut kesiapan operasional, Dishub Bengkalis saat ini menyiagakan lima unit armada kapal RoRo yang beroperasi secara reguler. Meski demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka peluang untuk menambah jumlah armada secara situasional, bergantung pada hasil kajian kepadatan penumpang dan volume kendaraan selama masa libur panjang mendatang agar kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga.