Rokan Hilir | – Langit malam Kota Bagansiapiapi berubah mencekam pada Kamis (19/02/2026). Musibah kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Sungai Garam, menghanguskan sedikitnya 1 kedai kopi dan 3 unit rumah warga dalam waktu singkat.
Amukan "Si Jago Merah" dilaporkan mulai membesar saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Api dengan cepat merambat, menciptakan kobaran besar yang membumbung tinggi dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Merespons laporan darurat tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rokan Hilir segera meluncur ke titik lokasi. Mengingat lokasi yang berada di kawasan padat, upaya lokalisir api menjadi prioritas utama guna mencegah bencana yang lebih luas.
Perjuangan memadamkan api menjadi potret nyata solidaritas masyarakat Bagansiapiapi operasi pemadaman dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur.
Damkar Rohil, Mengerahkan 2 unit mobil pemadam utama.
Relawan Tionghoa, Menurunkan kekuatan penuh dengan 8 unit mesin pemadam milik komunitas.
Bahu-membahu menyuplai air dan membantu evakuasi barang berharga di tengah kepulan asap pekat.
Camat Bangko, Aspri Mulya, S.STP., M.Si, terpantau langsung berada di garda terdepan untuk memimpin koordinasi lapangan dan memberikan dukungan moril bagi warga yang terdampak.
"Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan tim Damkar dan relawan di lapangan. Prioritas utama kami semalam adalah melokalisir api agar tidak menyebar lebih luas ke bangunan di sekitarnya," tegas Aspri Mulya di sela-sela proses evakuasi.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam (olah TKP).
Belum ada laporan resmi mengenai total kerugian materiil maupun korban jiwa. Namun, dampak psikologis dan kerugian bangunan bagi para korban menjadi perhatian utama pemerintah daerah saat ini.
Pungkasnya (MH)