Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO Resmi Dibubarkan, Jejak Pengabdian 18 Bulan di Tanah Kongo Tinggalkan Jejak Brotherhood Abadi

Ahad, 22 Februari 2026 | 17:21:07 WIB

JAKARTA — Satu babak pengabdian prajurit TNI di kancah perdamaian dunia resmi ditutup. Satuan Tugas Indonesia Rapidly Deployable Battalion (Indo RDB) 39-F MONUSCO secara resmi dibubarkan dalam sebuah upacara penuh haru yang digelar di Markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Jakarta, setelah menuntaskan penugasan selama 18 bulan di Republik Demokratik Kongo.

Pembubaran tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO, Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., menyusul berakhirnya masa tugas pada 29 Oktober 2025. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya misi panjang para prajurit Garuda yang telah mengemban amanah negara di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selama satu setengah tahun, para personel Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO menjalankan tugas di bawah mandat Misi Stabilisasi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo atau MONUSCO. Di wilayah yang sarat konflik dan tantangan keamanan, prajurit Indonesia hadir sebagai penjaga perdamaian, pelindung warga sipil, sekaligus duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di panggung internasional.

Dalam amanatnya yang disampaikan dengan nada tegas namun sarat emosi, Kolonel Inf Imir Faishal menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel. “Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme. Kalian telah menunjukkan jati diri prajurit TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh personel kembali ke satuan masing-masing dengan membawa kebanggaan dan pengalaman berharga. “Kembalilah kepada satuan kalian masing-masing. Sampaikan kepada para komandan bahwa kalian telah menuntaskan tugas negara dengan penuh kehormatan. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk pengabdian yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar satuan tugas, menurut Kolonel Imir, Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO telah menjelma menjadi keluarga besar yang terikat oleh solidaritas medan penugasan. “Satgas ini bukan hanya organisasi. Kita telah melebur menjadi sebuah brotherhood. Kenangan, pengorbanan, dan kebersamaan yang kita bangun di tanah Kongo tidak akan hilang sampai seumur hidup,” katanya dengan suara bergetar.

Upacara pembubaran berlangsung khidmat, diwarnai rasa bangga sekaligus haru. Bendera satuan yang selama ini berkibar di daerah misi diturunkan sebagai simbol berakhirnya tugas, namun semangat pengabdian para prajurit tetap menyala. Para personel yang hadir tampak saling bersalaman, menandai perpisahan setelah melewati masa-masa sulit bersama di wilayah operasi.

Dengan resmi dibubarkannya Satgas Indo RDB 39-F MONUSCO, berakhir pula satu episode pengabdian TNI dalam menjaga stabilitas di Afrika. Namun, nilai-nilai keberanian, solidaritas, dan profesionalisme yang telah ditempa selama 18 bulan di medan misi akan terus hidup dalam setiap langkah para prajurit, menjadi bagian dari sejarah panjang kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

Terkini