Langkah Berani AKBP Fahrian: Pecat Oknum Propam yang Terlibat Jaringan Narkoba

Senin, 02 Maret 2026 | 13:10:23 WIB

BENGKALIS – Institusi Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menunjukkan komitmen tanpa kompromi terhadap pelanggaran berat di internal mereka. Pada Senin (2/3/2026), sebuah upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dilaksanakan di halaman Mapolres Bengkalis terhadap Aipda Asmadi. 

Personel tersebut terpaksa menanggalkan seragam Korps Bhayangkara setelah terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Langkah tegas ini diambil berdasarkan putusan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang menyatakan bahwa Aipda Asmadi telah melakukan pelanggaran berat. 

Sebelum dipecat, ia menjabat sebagai Bintara Administrasi Seksi Profesi dan Pengamanan (Ba Sie Propam) Polres Bengkalis. Ironisnya, posisi yang seharusnya menjadi garda penjaga kedisiplinan justru dikotori oleh tindakan yang mencederai kehormatan serta martabat institusi kepolisian di mata masyarakat.

Upacara PTDH tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabag SDM, Kasi Propam, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Bengkalis. 

Fahrian menegaskan pelaksanaan PTDH ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi. 

"Institusi tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun bagi anggota yang berani melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama terkait tindak pidana narkoba yang menjadi musuh bersama bangsa," ujar Fahrian.

Fahrian juga memberikan penekanan khusus terkait fungsi Propam yang pernah diemban oleh Aipda Asmadi. Sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas, setiap personel di fungsi tersebut seharusnya menjadi teladan bagi rekan-rekan lainnya. 

"Pelanggaran yang dilakukan oleh oknum di bagian pengamanan internal dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah jabatan, sehingga tindakan tegas menjadi konsekuensi logis yang harus diterima," jelasnya.

Fahrian menyampaikan upacara pemecatan ini bukanlah sebuah prestasi atau hal yang patut dibanggakan, melainkan sebuah peristiwa memilukan bagi keluarga besar Polres Bengkalis. 

Namun, langkah ini wajib diambil demi menjaga marwah institusi, menegakkan supremasi hukum, serta memastikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri tetap terjaga melalui pembersihan unsur-unsur yang merusak dari dalam.

Kejadian ini diharapkan menjadi bahan introspeksi diri dan pembelajaran berharga bagi seluruh personel yang masih aktif bertugas. 

"Setiap insan Bhayangkara agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Integritas tidak boleh digadaikan demi keuntungan pribadi yang sesaat, karena setiap tindakan akan memiliki pertanggungjawaban, baik secara hukum maupun moral," tegas Fahrian.

Fahrian juga meminta seluruh personel Polres Bengkalis dapat meningkatkan disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas. 

Dengan bersihnya institusi dari oknum-oknum bermasalah, Polri diharapkan semakin solid dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional serta terpercaya di masa depan.

Terkini