Neraca Perdagangan Riau Surplus US$1,22 Miliar pada Januari 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 08:44:27 WIB

PEKANBARU – Neraca perdagangan Riau pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$1,22 miliar. Surplus tersebut dipicu oleh kinerja sektor nonmigas sebesar US$1,20 miliar dan sektor migas sebesar US$15,00 juta.

"Pada Januari 2026, neraca perdagangan barang Provinsi Riau mengalami surplus sebesar US$ 1.219,81 juta (US$1,22 miliar), namin turun sebesar US$ 175,69 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, Senin (2/3/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa di tingkat daerah, kinerja ekspor Riau menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Nilai ekspor Riau Januari 2026 mencapai US$1,85 miliar atau naik 23,16 persen dibanding Januari 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$1,79 miliar juga naik 29,06 persen,” ujar Asep.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$495,27 juta atau tumbuh 75,77 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah berbagai produk kimia sebesar US$77,44 juta atau turun 34,03 persen.

Untuk tujuan ekspor, nonmigas terbesar pada Januari 2026 adalah ke Tiongkok sebesar US$244,12 juta, disusul India US$230,85 juta, dan Pakistan US$128,07 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,75 persen.

“Ekspor nonmigas Januari 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$244,12 juta, disusul India US$230,85 juta, dan Pakistan US$128,07 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,75 persen,” jelasnya.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$288,84 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$165,63 juta.

Menurut sektor, ekspor nonmigas dari hasil industri pengolahan meningkat 29,94 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian menurun 8,84 persen dibandingkan Januari 2025.

Di sisi lain, nilai impor Riau pada Januari 2026 mencapai US$629,07 juta atau melonjak 494,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

“Nilai impor Riau Januari 2026 mencapai US$629,07 juta atau naik 494,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor migas naik 1.537,80 persen menjadi US$47,31 juta dan nilai impor nonmigas naik 465,68 persen menjadi US$581,76 juta,” kata Asep.

Dari sepuluh komoditas impor nonmigas terbesar, seluruhnya mengalami peningkatan. Komoditas dengan kenaikan terbesar adalah kapal terbang dan bagiannya sebesar US$398,19 juta.

Tiga negara pemasok impor nonmigas terbesar selama Januari 2026 adalah Prancis sebesar US$399,17 juta (68,61 persen), Tiongkok US$44,64 juta (7,67 persen), dan Kanada US$30,86 juta (5,30 persen).

Impor nonmigas dari ASEAN tercatat US$39,65 juta (6,82 persen) dan dari Uni Eropa sebesar US$413,64 juta (71,10 persen).

Berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor barang modal naik sangat tajam sebesar 8.525,53 persen menjadi US$421,72 juta dibanding Januari 2025. Barang konsumsi naik 37,53 persen menjadi US$0,64 juta dan bahan baku/penolong meningkat 105,93 persen menjadi US$206,70 juta.

Secara nasional, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 tetap mencatat surplus US$1,22 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas sebesar US$1,20 miliar dan sektor migas sebesar US$15,00 juta.

Terkini