Tembilahan — General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Tembilahan, Riky Armadi, mengikuti Apel Siaga Kesiapan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan di wilayah Pelabuhan Tembilahan jumat (13/03)
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran guna memastikan pelayanan transportasi laut berjalan aman, tertib, dan lancar.
Apel siaga tersebut dihadiri oleh berbagai unsur instansi terkait, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Indragiri Hilir, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Tembilahan, Sub Detasemen Polisi Militer I/3–2 Tembilahan, Pos TNI AL Tg. Datok Tembilahan, Sat Polairud Polres Indragiri Hilir, BASARNAS Pos Tembilahan, Stasiun Radio Pantai Kelas IV/A Tembilahan, Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, PT Jasa Raharja Tembilahan, serta unsur tenaga kerja bongkar muat pelabuhan.
Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026. Seluruh pihak berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut di wilayah Tembilahan.
Dalam kesempatan tersebut, General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Tembilahan, Riky Armadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mendukung kelancaran operasional pelabuhan selama periode angkutan Lebaran. Persiapan tersebut meliputi peningkatan pelayanan penumpang, kesiapan fasilitas terminal, hingga koordinasi intensif dengan instansi terkait.
Riky Armadi menjelaskan bahwa Pelindo juga memastikan seluruh fasilitas pelabuhan berada dalam kondisi optimal agar mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang selama masa mudik. Selain itu, pengaturan arus penumpang dan kendaraan di area pelabuhan akan diperkuat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip “Zero Compromise for Safety” dalam seluruh aktivitas pelayanan pelabuhan. Prinsip tersebut berarti tidak ada toleransi terhadap hal-hal yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran maupun keselamatan penumpang.
Menurut Riky, keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, melainkan hasil dari kerja sama seluruh stakeholder pelabuhan. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi akan terus diperkuat selama masa operasional angkutan Lebaran berlangsung.
Melalui kegiatan apel siaga ini, seluruh pihak diharapkan semakin siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan mengusung semangat “Mudik Nyaman Bersama” serta “Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan”, penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Tembilahan diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan selamat bagi seluruh pengguna jasa. ⚓????