PEKANBARU - PSPS Pekanbaru masih tertahan di papan tengah klasemen sementara Grup A Championship Liga 2 musim 2025/2026 usai bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah PSMS Medan. Hasil tersebut membuat skuad berjuluk Askar Bertuah kini berada di posisi kedelapan dengan koleksi 25 poin dari 22 pertandingan.
Dari total laga yang telah dijalani, PSPS mencatatkan lima kemenangan, sepuluh hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Raihan ini membuat peluang mereka untuk menembus empat besar sekaligus lolos ke fase berikutnya semakin berat.
Persaingan di papan atas Grup A terbilang sengit
Adhyaksa memimpin klasemen dengan 43 poin, diikuti Garudayaksa FC (41 poin), Sumsel United (37 poin), dan Bekasi City di posisi keempat dengan 36 poin. Sementara itu, Persiraja Banda Aceh (34 poin), PSMS Medan (30 poin), dan Persikad 1999 (29 poin) membayangi di posisi berikutnya.
Dengan selisih 11 poin dari zona empat besar, peluang PSPS secara matematis masih terbuka. Namun, dengan jumlah pertandingan yang semakin sedikit, setiap laga tersisa menjadi krusial dan wajib dimaksimalkan.
PSPS dijadwalkan menghadapi serangkaian pertandingan berat dalam sisa kompetisi. Mereka akan bertemu Sriwijaya FC pada 3 April di Stadion Patriot Chandrabhaga, lalu menjamu Persikad 1999 pada 12 April di Stadion Kaharuddin Nasution.
Berikutnya, Persekat Tegal akan datang pada 19 April, disusul Sumsel United pada 26 April, dan ditutup laga tandang melawan Bekasi City pada 2 Mei 2026.
Selain harus mengejar ketertinggalan poin, PSPS juga dituntut menjaga konsistensi permainan. Ancaman dari tim di bawah seperti Persekat Tegal dan Sriwijaya FC juga tidak bisa dianggap remeh, mengingat keduanya masih berpeluang memperbaiki posisi jika PSPS gagal meraih hasil maksimal.
Performa PSPS di bawah asuhan pelatih Aji Santoso sejauh ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Sejak kembali menangani tim pada 13 Oktober 2025, Aji Santoso baru mampu membawa PSPS meraih empat kemenangan dari 17 pertandingan. Sisanya, delapan laga berakhir imbang dan lima lainnya berujung kekalahan.
Aji Santoso didatangkan menggantikan Ilham Romadhona yang mengundurkan diri setelah mendapat sorotan tajam akibat hasil kurang maksimal. Sebelum mundur, Ilham hanya memimpin tim dalam tiga pertandingan dengan catatan dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Di bawah kepemimpinan Aji Santoso, PSPS memang mampu memperbaiki beberapa aspek permainan, namun belum cukup untuk mendongkrak posisi tim secara signifikan di klasemen.
Delapan hasil imbang yang diraih menjadi indikator bahwa tim masih kesulitan menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan.
Sejumlah hasil imbang tersebut diraih saat menghadapi Sumsel United, Bekasi City, PSMS Medan, Adhyaksa, Persiraja, dan Garudayaksa. Sementara lima kekalahan diderita saat berjumpa Adhyaksa, Garudayaksa, Persikad, Sumsel United, dan Persiraja.
Situasi ini membuat PSPS berada dalam tekanan besar di sisa musim. Jika gagal meraih kemenangan secara konsisten, bukan hanya peluang ke empat besar yang sirna, tetapi juga risiko terperosok lebih jauh di klasemen.
Kini, setiap pertandingan menjadi penentu nasib PSPS Pekanbaru. Apakah mampu bangkit dan menjaga asa menuju fase berikutnya, atau justru semakin tenggelam di tengah ketatnya persaingan Grup A Liga 2 musim ini.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, Selasa (31/3) berharap seluruh materi latihan yang telah dijalani dapat diterapkan secara maksimal di pertandingan nanti.
"Harapannya, persiapan yang sudah bagus ini bisa ditransfer ke dalam pertandingan. Para pemain harus tampil maksimal, bermain bagus, dan meraih kemenangan untuk mendapatkan poin penuh," tegasnya.