Strategi Baru RSUD Arifin Achmad: Bangun Sistem Pengelolaan Darah Mandiri Tahun 2026

Selasa, 31 Maret 2026 | 19:32:41 WIB
Ilustrasi unit pengelolaan darah atau bank darah

PEKANBARU – RSUD Arifin Achmad tengah mempersiapkan pembentukan unit pengelolaan darah atau bank darah mandiri guna memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang terus meningkat.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, mengatakan selama ini kebutuhan darah rumah sakit di Riau, termasuk RSUD Arifin Achmad masih bergantung pada Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kebutuhan darah di RSUD mencapai sekitar 5.000 kantong sebulan. Saat ini baru sekitar 1.500 kantong yang bisa dipenuhi, sehingga sisanya masih harus disuplai dari PMI,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat rumah sakit perlu memiliki sistem pengelolaan darah sendiri agar pelayanan terhadap pasien bisa lebih cepat dan optimal, terutama untuk kasus-kasus darurat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, RSUD Arifin Achmad telah menyiapkan berbagai tahapan, mulai dari pelatihan sumber daya manusia hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk membentuk Unit Pengelolaan Darah di RS Arifin Achmad tersebut.

“Kami sudah kirim tenaga medis yang dipersiapkan untuk Unit Pengelolaan Darah, untuk ikut pelatihan. Proses perizinan juga sedang berjalan, termasuk koordinasi dengan BPOM,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan RSUD diharapkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan darah secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal.

Selain itu, pihak rumah sakit juga akan mendorong kegiatan donor darah secara rutin guna menjaga ketersediaan stok. Saat ini, kebutuhan harian darah cukup tinggi, sehingga suplai harus terus dijaga agar pelayanan medis tidak terganggu.

“Harapannya, dengan adanya bank darah sendiri, pelayanan kepada pasien bisa lebih cepat, tepat, dan tidak terkendala ketersediaan darah,” tutup Yusi.

Terkini