Emas Perhiasan dan Tarif Listrik Jadi Pendorong Inflasi Riau Maret 2026

Kamis, 02 April 2026 | 08:51:42 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi.

PEKANBARU – Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa pada Maret 2026 Provinsi Riau mengalami inflasi secara tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,84.

“Pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 3,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,84,” ujar Asep dalam rilis resmi, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,71 persen dengan IHK 113,43, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 3,23 persen dengan IHK 112,64.

Menurut Asep, inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” jelasnya.

Ia merinci, kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,83 persen, diikuti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,06 persen, serta pendidikan sebesar 5,08 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 3,22 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga atau deflasi, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,83 persen serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05 persen.

Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen. Sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d), juga terjadi deflasi sebesar 0,32 persen.

“Secara month to month (m-to-m) pada Maret 2026 Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen, dan secara year to date (y-to-d) Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,32 persen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, telur ayam ras, beras, hingga jasa pendidikan dan transportasi. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang putih, minyak goreng, hingga bensin memberikan andil terhadap deflasi.

Asep menegaskan, data inflasi ini menjadi indikator penting dalam melihat kondisi ekonomi daerah sekaligus sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Perkembangan harga ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” tutupnya. 

Terkini