Tembilahan, – Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), personel Koramil 01/Tembilahan terus mengintensifkan kegiatan patroli. Pada hari Kamis, tanggal 2 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, Babinsa Koramil 01/Tembilahan, Serda Ronald Manalu, memimpin langsung patroli terpadu di wilayah rawan Karhutla, tepatnya di Kecamatan Tembilahan Hulu. Patroli yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mengantisipasi dini munculnya titik api di musim kemarau.
Serda Ronald Manalu tidak bergerak sendiri. Dalam patroli tersebut, ia mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari satu orang aparat TNI (dirinya sendiri) serta tiga orang warga masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat sipil ini menunjukkan pendekatan koordinatif dan partisipatif yang dibangun Babinsa untuk menciptakan rasa memiliki bersama terhadap upaya perlindungan lingkungan. Ketiga warga tersebut diketahui merupakan tokoh pemuda dan petani yang aktif dalam kegiatan ronda lingkungan.
Patroli difokuskan pada satu titik koordinat yang telah ditentukan, yakni di 0,3309° Lintang Selatan dan 103,1343° Bujur Timur. Lokasi ini merupakan kawasan lahan gambut dan semak belukar yang kerap menjadi langganan kebakaran pada musim kering. Dengan berbekal peralatan seadanya seperti alat pemadam api ringan (APAR) portabel, alat komunikasi, serta peta lapangan, Serda Ronald dan tim menyusuri area tersebut untuk mendeteksi adanya kepulan asap atau bekas pembakaran liar.
Selama kurang lebih satu jam perjalanan patroli, Serda Ronald Manalu aktif berkoordinasi dengan setiap anggota tim. Ia memberikan arahan singkat tentang cara mengidentifikasi titik panas, teknik pemadaman awal, serta prosedur pelaporan cepat jika menemukan api. Menurutnya, kecepatan informasi dari lapangan sangat menentukan keberhasilan pemadaman dini sebelum api membesar. "Kami harus bergerak cepat dan terkoordinasi, karena lahan gambut sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika sudah meluas," ujar Serda Ronald di sela-sela patroli.
Hasil sementara dari patroli tersebut tidak ditemukan adanya titik api atau kepulan asap yang mengindikasikan kebakaran aktif. Meski demikian, Serda Ronald mencatat beberapa area yang terlihat kering dan rawan terbakar akibat paparan sinar matahari ekstrem. Ia segera mengoordinasikan dengan kepala desa setempat untuk mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta melaporkan kondisi ini ke komando atasnya melalui saluran radio komunikasi Koramil 01/Tembilahan.
Selain deteksi fisik, Serda Ronald juga memanfaatkan momen patroli untuk menyampaikan sosialisasi langsung kepada warga yang ditemui di sekitar lokasi. Ia menjelaskan sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup, sekaligus mengedukasi tentang alternatif pembukaan lahan tanpa bakar. Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa ini disambut baik oleh masyarakat, yang mengaku lebih paham risiko Karhutla setelah berdialog langsung dengan aparat.
Ke depan, Serda Ronald Manalu berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli serupa secara rutin, terutama pada jam-jam rawan kebakaran seperti siang hingga sore hari. Ia juga akan memperkuat koordinasi dengan Manggala Agni, BPBD Inhil, serta relawan desa agar cakupan pengawasan wilayah lebih luas. Laporan hasil patroli hari ini telah disampaikan kepada Komandan Koramil 01/Tembilahan untuk selanjutnya diteruskan ke Dandim 0314/Inhil sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan pencegahan Karhutla tingkat kabupaten.