Babinsa Serka Syamsir Patroli Karhutla, Wujud Nyata Jaga Ekologi di Batang Tuaka

Ahad, 05 April 2026 | 11:24:39 WIB

Batang Tuaka - Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka, Serka Syamsir, melaksanakan patroli serta sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Sei Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mencegah bencana asap yang setiap tahun mengancam kesehatan masyarakat serta kerusakan lingkungan minggu (05/04) 

Patroli difokuskan pada titik koordinat 0°15’1” LS dan 103°14’50” BT, yang merupakan kawasan rawan karhutla akibat lahan gambut dan semak belukar kering. Serka Syamsir bersama dua orang warga setempat menyusuri area tersebut dengan saksama, memastikan tidak ada titik api atau aktivitas pembakaran lahan ilegal. Cuaca saat itu terik, meningkatkan kewaspadaan Babinsa terhadap potensi percikan api yang bisa meluas dengan cepat.

Dalam patroli ini, Serka Syamsir tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik lapangan. Ia menyempatkan diri berdialog dengan petani dan warga yang ditemui di sekitar lokasi, mengingatkan bahaya membakar lahan untuk membuka kebun. “Ekosistem gambut butuh waktu ratusan tahun untuk terbentuk, sekali terbakar, butuh puluhan tahun pulih,” ujar Serka Syamsir di sela-sela patrolinya.

Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan humanis dan kearifan lokal. Serka Syamsir menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta contoh nyata dampak karhutla, seperti kabut asap yang mengganggu pernapasan, gagal panen, hingga konflik sosial akibat polusi lintas desa. Ia juga membagikan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi warga jika mendeteksi titik api, sehingga respon cepat dapat dilakukan sebelum api membesar.

Keterlibatan dua orang masyarakat dalam patroli ini menjadi strategi penting untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan. Serka Syamsir melibatkan mereka sebagai mitra, bukan sekadar objek sosialisasi. Dengan begitu, warga tidak hanya memahami larangan, tetapi juga merasa bertanggung jawab menjaga ekologi di tanah kelahirannya. Salah satu warga, Jumadi (45), mengaku termotivasi untuk ikut memantau lahan di sekitar rumahnya.

Melalui patroli rutin seperti ini, Babinsa Serka Syamsir membuktikan bahwa menjaga ekologi tidak selalu harus dengan teknologi tinggi, melainkan dengan kehadiran dan keteladanan. Ia menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak alam, tetapi juga merusak masa depan anak cucu. Dengan semangat gotong royong, setiap warga bisa menjadi “mata dan telinga” bagi aparat di lapangan.

Kegiatan patroli berlangsung selama kurang lebih tiga jam tanpa menemukan titik api aktif. Meski demikian, Serka Syamsir tidak serta-merta menarik kesimpulan aman. Ia berencana melakukan patroli susulan pada pekan depan di titik koordinat lain yang juga rawan. “Karhutla bisa muncul kapan saja, jadi kewaspadaan tidak boleh kendur,” tegasnya usai patroli.

Ke depan, Koramil 12/Batang Tuaka akan terus mengintensifkan patroli serupa dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan pemuda. Serka Syamsir berharap kesadaran ekologis di Desa Sei Dusun semakin kuat, sehingga Inhil terbebas dari bencana asap. Tugas menjaga bumi, menurutnya, adalah tugas bersama – dan dimulai dari langkah kecil seperti tidak membakar lahan sedesaian.

Terkini