Pemerintah Desa Rantau Panjang dan Polsek Enok Sosialisasi Dashboard Lancang Kuning untuk Cegah Karhutla

Rabu, 08 April 2026 | 15:17:50 WIB

ENOK – Pemerintah Desa (Pemdes) Rantau Panjang, Kecamatan Enok, bersama dengan Polsek Enok menggelar kegiatan Dashboard Lancang Kuning yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa (07/04) bertempat di kantor desa setempat, sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana asap yang kerap melanda wilayah Riau.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur penting, antara lain Kapolsek Enok Iptu Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H., Kanit Bimas, Kanit Intel, Babinsa, Ketua BPD, para Kepala Dusun, Ketua RW, serta perwakilan RT se-Desa Rantau Panjang. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menekan angka karhutla di kawasan pesisir Kecamatan Enok.

Dalam sambutannya, Kapolsek Iptu Parsaulian Simanjuntak menjelaskan bahwa Dashboard Lancang Kuning merupakan sistem pemantauan terpadu yang mengintegrasikan data lapangan, titik rawan api, dan informasi cuaca. “Dengan dashboard ini, kita bisa memetakan area rawan serta merespon cepat setiap indikasi kebakaran. Polsek Enok siap mendukung penuh Pemdes Rantau Panjang dalam implementasinya,” ujarnya.

Fokus utama kegiatan ini adalah peran aktif Pemerintah Desa Rantau Panjang sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat tapak. Pemdes diharapkan mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari dusun, RW, hingga RT, untuk bersama-sama menjaga lahan dan hutan dari praktik pembakaran. Hal ini sejalan dengan arahan bupati yang menginginkan desa-desa menjadi garda terdepan pengendalian karhutla.

Kepala Desa Rantau Panjang, Fadli, memberikan penjelasan mendalam terkait pentingnya dashboard tersebut bagi warganya. Menurut Fadli, Dashboard Lancang Kuning tidak hanya menjadi alat pemantau, tetapi juga sarana edukasi bagi petani dan masyarakat. “Kami akan memanfaatkan dashboard ini untuk menyebarluaskan informasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar, sekaligus menampilkan lokasi-lokasi yang aman untuk aktivitas pertanian,” jelas Fadli di hadapan peserta.

Fadli menambahkan bahwa Pemdes telah menyiapkan tim siaga karhutla yang terdiri dari pemuda desa dan anggota linmas. Tim ini akan rutin berpatroli menggunakan data dari Dashboard Lancang Kuning. “Kami juga sudah menganggarkan dana desa untuk pengadaan alat pemadam api portabel dan pembuatan kanal sekat sederhana di lahan gambut,” imbuhnya. Langkah konkret ini disambut apresiasi oleh aparat keamanan yang hadir.

Dalam sesi diskusi, para kepala dusun dan ketua RW menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemdes. Beberapa usulan mengemuka, seperti perlunya sosialisasi door-to-door dan pemasangan papan peringatan di lahan-lahan yang rawan. Kapolsek dan Babinsa pun berkomitmen untuk turut mendampingi setiap kegiatan pencegahan karhutla yang dijalankan oleh Pemdes Rantau Panjang.

Kegiatan Dashboard Lancang Kuning ditutup dengan deklarasi bersama desa bebas karhutla. Kepala Desa Fadli berharap seluruh lapisan masyarakat tidak lagi mengulangi praktik pembakaran lahan. “Mari kita jaga Rantau Panjang sebagai desa yang hijau, sehat, dan bebas asap. Dengan sinergi antara Pemdes, Polsek, dan warga, saya yakin karhutla bisa kita tekan hingga nol persen,” pungkas Fadli.

Terkini