Capaian Operasional PT. Pelindo Periode sampai Dengan Januari 2026

Sabtu, 11 April 2026 | 09:54:25 WIB

Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat kinerja operasional yang beragam pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data yang dirilis perusahaan, trafik petikemas mencapai 1,63 juta TEUS atau tumbuh 5% year-on-year (yoy), sementara trafik kapal tercatat 114,6 juta GT dengan pertumbuhan 1% yoy. Di sisi lain, trafik non petikemas mengalami kontraksi signifikan sebesar 10% menjadi 13,2 juta ton, dan trafik penumpang turun 3% menjadi 1,8 juta orang.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muhtasyar, menjelaskan bahwa peningkatan trafik petikemas sebesar 5% menjadi pencapaian positif di awal tahun. Menurutnya, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekspor-impor serta penguatan konektivitas logistik nasional pasca-pandemi. "Petikemas menjadi tulang punggung bisnis kami, dan angka 1,63 juta TEUS di Januari menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terhadap efisiensi layanan Pelindo," ujar Achmad Muhtasyar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, trafik kapal yang hanya naik tipis 1% menjadi 114,6 juta GT dinilai masih dalam tren stabil. Achmad Muhtasyar mengakui bahwa pertumbuhan lambat ini dipengaruhi oleh faktor musiman dan penjadwalan ulang sejumlah jalur pelayaran internasional. Namun, ia optimistis bahwa sepanjang tahun 2026, trafik kapal akan meningkat seiring dengan masuknya armada baru dari beberapa mitra utama Pelindo.

Berbeda dengan dua segmen sebelumnya, trafik non petikemas justru anjlok 10% menjadi 13,2 juta ton. Penurunan terdalam terjadi pada komoditas hasil bumi dan bahan bangunan. Achmad Muhtasyar menjelaskan bahwa ini merupakan dampak dari kebijakan restrukturisasi rantai pasok di sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai berlaku awal tahun. "Kami tengah berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha untuk mencari solusi, termasuk optimalisasi terminal khusus," tegasnya.

Trafik penumpang yang turun 3% menjadi 1,8 juta orang juga menjadi perhatian. Achmad Muhtasyar menyebut bahwa penurunan ini terutama terjadi pada rute-rute pelayaran tradisional di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, persaingan dengan moda transportasi udara dan darat yang semakin murah menjadi tantangan tersendiri. "Kami akan melakukan revitalisasi layanan feri dan penambahan rute baru untuk menarik kembali minat penumpang," janjinya.

Secara keseluruhan, Achmad Muhtasyar menilai bahwa kinerja Januari 2026 masih sejalan dengan target perusahaan yang telah disesuaikan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan petikemas dan trafik kapal memberikan fondasi yang kuat, sementara penurunan di segmen lain akan diantisipasi melalui langkah-langkah strategis. Pelindo juga terus melakukan digitalisasi sistem operasional untuk menekan waktu tunggu dan biaya logistik.

Ke depan, Pelindo berencana mengakselerasi proyek pengembangan pelabuhan hijau dan otomatisasi terminal di Makassar, Belawan, dan Surabaya. Achmad Muhtasyar berharap investasi ini dapat mendongkrak trafik non petikemas sekaligus meningkatkan daya saing nasional. "Kami tidak hanya mengejar volume, tetapi juga keberlanjutan. Januari 2026 adalah awal dari transformasi besar," pungkasnya.

Sebagai penutup, Achmad Muhtasyar mengajak seluruh portizen dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung Pelindo. Dengan kolaborasi yang kuat, ia yakin kinerja operasional akan membaik pada bulan-bulan berikutnya. Pelindo juga akan merilis laporan lengkap setiap awal bulan untuk menjaga transparansi kepada publik dan investor.

Terkini