Peluncuran Autobiografi Saleh Djasit Berlangsung Khidmat di LAMR

Rabu, 15 April 2026 | 11:25:01 WIB

PEKANBARU– Peluncuran buku autobiografi Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, SH berjudul Jalan Hidup Anak Pujud berlangsung khidmat di Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (15/4/2026).

Buku setebal 428 halaman yang terdiri dari 13 bab dan diterbitkan Taman Karya, anggota IKAPI, itu ditaja oleh LAMR Provinsi Riau.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf, serta Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Turut hadir pula para mantan Gubernur Riau, yakni Wan Abu Bakar, Wan Thamrin, Syamsuar, dan Andi Rahman, serta tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda se-Riau.

Acara diawali dengan alunan musik instrumental Melayu yang menyambut para undangan dan menciptakan suasana kental dengan nuansa adat. Pembukaan dipandu oleh Pebilang Puan Siti Salmah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Sabri Fazil, SH dan Fauziah Maharani.

Suasana semakin syahdu dengan pembacaan syair Melayu oleh Puan Siska Armiza di hadapan para tamu undangan.

Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sosok Saleh Djasit. Ia menilai Saleh Djasit memiliki peran penting dalam menempatkan adat dan budaya Melayu sebagai landasan pembangunan di Riau.

Menurut Datuk Seri Taufik, visi Riau sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara yang dirintis pada masa kepemimpinan Saleh Djasit masih menjadi arah pembangunan hingga kini.

Ia juga mengapresiasi semangat Saleh Djasit yang tetap produktif menulis di usia lanjut, yang dinilai menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

Dalam sekapur sirihnya, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa proses penulisan buku tersebut dimulai sejak tahun 2008. Buku itu baru rampung setelah 18 tahun dengan bantuan tiga editor, serta dorongan dari almarhum Chaidir yang juga menulis kata pengantar.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi keluarga dan masyarakat serta meluruskan kisah perjalanan hidupnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi adat arak-arakan buku dan tepuk tepung tawar yang diiringi gendang panjang dan nafiri. Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan sampul buku, penyerahan buku dan sertifikat kepada pemberi testimoni, serta penayangan videografi tentang isi dan perjalanan penulisan buku tersebut. 

Terkini