Babinsa Simpang Jaya Tegaskan Komitmen Wujudkan Wilayah Zero Karhutla Melalui Patroli dan Sosialisasi

Senin, 20 April 2026 | 11:08:24 WIB

Batang Tuaka, – Dalam upaya preventif menghadapi musim kemarau yang mulai terasa dampaknya, Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka (Btk), Serda Siswanto, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir senin (2004) 

Kegiatan yang digelar pada Senin pagi pukul 10.00 WIB ini menjadi langkah konkret aparat kewilayahan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan masyarakat dari ancaman si jago merah.

Fokus utama dari operasi hari ini adalah penetapan dan pengukuhan status Desa Simpang Jaya sebagai wilayah "Zero Karhutla". Serda Siswanto menekankan bahwa target nol kejadian kebakaran bukan sekadar slogan, melainkan sebuah kewajiban bersama yang harus dijaga melalui kewaspadaan tinggi. Dengan menetapkan titik koordinat strategis di -0°15'57,19366"S 103°11'10,29834"E sebagai pusat pemantauan, Babinsa memastikan bahwa setiap jengkal tanah di desa tersebut terpantau secara ketat dari aktivitas pembakaran liar.

Kegiatan patroli ini melibatkan sinergi antara unsur TNI dan masyarakat setempat, mencerminkan semangat gotong royong yang khas di wilayah pesisir Sumatera. Sebanyak tiga personel gabungan dikerahkan untuk menyisir area rawan, yang terdiri dari satu anggota TNI yang dipimpin langsung oleh Serda Siswanto dan dua warga masyarakat yang peduli lingkungan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pertahanan terhadap bencana Karhutla paling efektif ketika dibangun dari akar rumput dengan pendampingan aparat yang solid.

Selama pelaksanaan patroli, Serda Siswanto tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik di lapangan, tetapi juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga yang ditemui di sepanjang rute. Ia menyampaikan edukasi mendalam mengenai bahaya membakar lahan untuk keperluan pertanian maupun pembukaan lahan baru. Pesan yang disampaikan tegas namun persuasif, mengingatkan bahwa dampak asap dan kerusakan ekologis akibat karhutla akan merugikan kesehatan dan ekonomi warga Simpang Jaya itu sendiri dalam jangka panjang.

Penetapan wilayah zero Karhutla di Desa Simpang Jaya didukung oleh sistem pemantauan berbasis koordinat yang akurat. Titik koordinat yang dipantau menjadi referensi penting bagi pelaporan kondisi terkini di lapangan kepada komando atas. Dengan data lokasi yang presisi, respons cepat dapat dilakukan jika terdeteksi adanya titik panas (hotspot) atau aktivitas mencurigakan, sehingga api dapat dipadamkan sejak dini sebelum membesar dan menimbulkan kerugian materiil maupun immateriil yang lebih luas.

Serda Siswanto juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk turut serta menjadi mata dan telinga bagi keamanan lingkungan. Ia menegaskan bahwa sanksi hukum bagi pembakar lahan sudah sangat jelas diatur dalam undang-undang, namun pencegahan melalui kesadaran kolektif jauh lebih diutamakan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan muncul rasa memiliki yang kuat dari warga Simpang Jaya untuk saling mengawasi dan menegur apabila ada rekan sesama warga yang berniat membuka lahan dengan cara dibakar.

Cuaca yang cukup terik pada pukul 10.00 WIB tidak menyurutkan semangat tim gabungan untuk menyelesaikan rute patroli hingga tuntas. Kondisi tanah dan vegetasi di sekitar titik koordinat pantauan terpantau dalam keadaan aman dan basah, menunjukkan bahwa upaya pelestarian air tanah dan larangan pembakaran selama ini mulai membuahkan hasil. Keberhasilan mempertahankan kondisi hijau di tengah potensi risiko kebakaran menjadi indikator awal bahwa target zero Karhutla di Desa Simpang Jaya sangat mungkin untuk dicapai dan dipertahankan sepanjang tahun 2026.

Sebagai penutup kegiatan, Babinsa Koramil 12/Btk berkomitmen untuk melanjutkan patroli rutin dan sosialisasi secara berkala di wilayah binaannya. Langkah proaktif Serda Siswanto bersama dua warga mitra ini menjadi contoh nyata bagaimana peran Binter TNI AD hadir di tengah masyarakat untuk melindungi aset negara dan keselamatan rakyat. Dengan tekad bulat mewujudkan Desa Simpang Jaya bebas asap dan api, harapan akan lingkungan yang asri dan sehat bagi generasi mendatang di Kabupaten Indragiri Hilir semakin terbuka lebar.

Terkini