Pelindo Regional 1 Tembilahan Sambut Kedatangan KM Sabuk Nusantara 110, GM Riky Armadi Tekankan Pentingnya Konektivitas Maritim

Selasa, 28 April 2026 | 08:39:27 WIB

Tembilahan – Dermaga umum yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Tembilahan kembali mencatat aktivitas maritim yang signifikan pada Sabtu, 25 April 2026. Kali ini, pelabuhan menyambut kedatangan Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 110 yang merapat dengan membawa muatan barang dan penumpang dalam jumlah cukup besar. Kedatangan kapal ini menjadi bukti nyata bahwa peran Pelindo sebagai penghubung logistik di wilayah pesisir Indragiri Hilir tetap berjalan optimal.

KM Sabuk Nusantara 110 merupakan salah satu armada perintis yang memiliki peranan strategis dalam mendistribusikan kebutuhan pokok serta memfasilitasi mobilitas masyarakat di daerah-daerah terpencil. Pada pelayaran kali ini, kapal tersebut tidak hanya mengangkut komoditas perdagangan, tetapi juga menjadi tumpuan bagi warga yang hendak bepergian antar-pulau atau menuju pusat kabupaten. Antusiasme penumpang dan kelancaran arus barang menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan transportasi laut ini.

General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, secara langsung memantau proses bongkar muat dan penurunan penumpang di dermaga. Dalam keterangannya, Riky menegaskan bahwa kehadiran kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 110 adalah nadi perekonomian bagi masyarakat di kawasan kepulauan dan pesisir. "Kami memastikan bahwa setiap sandaran kapal perintis dilayani dengan standar keselamatan dan kenyamanan tertinggi," ujar Riky di lokasi kejadian.

Menurut Riky Armadi, sinergi antara Pelindo sebagai pengelola infrastruktur pelabuhan dengan operator kapal perintis sangat krusial untuk menjaga stabilitas distribusi logistik. Ia menjelaskan bahwa tim operasional di lapangan telah bersiap sejak pagi hari untuk memastikan proses derek dan penanganan kargo berjalan efisien. Hal ini bertujuan agar barang-barang kebutuhan pokok dapat segera didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dan toko-toko retail di Tembilahan dan sekitarnya tanpa hambatan berarti.

Lebih lanjut, Riky menyoroti bahwa volume penumpang yang tinggi pada kedatangan kali ini mencerminkan pemulihan total aktivitas sosial-ekonomi pasca berbagai tantangan tahun-tahun sebelumnya. "Kita melihat animo masyarakat untuk bepergian menggunakan kapal perintis sangat positif. Ini adalah indikator bahwa kepercayaan publik terhadap keselamatan dan jadwal pelayaran perintis terus meningkat," tambah Riky. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas terminal penumpang agar pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman.

Dari sisi operasional, Pelindo Regional 1 Tembilahan juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Bea Cukai, untuk memastikan aspek kesehatan dan kepabeanan tertib sesuai regulasi yang berlaku. Meskipun KM Sabuk Nusantara 110 adalah kapal perintis, protokol pelayanan tetap dijalankan secara profesional untuk mencegah terjadinya penumpukan atau kemacetan di area dermaga yang dapat mengganggu aktivitas pelabuhan.

Riky Armadi juga menyampaikan apresiasi kepada para awak kapal KM Sabuk Nusantara 110 yang telah bekerja keras menempuh perjalanan laut demi melayani masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara sumber daya manusia di atas kapal dan petugas darat di pelabuhan adalah kunci keberhasilan operasional harian. "Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan di KM Sabuk Nusantara 110 dan tim Pelindo yang telah bekerja keras memastikan pelayaran ini berjalan lancar dan aman," pungkasnya.

Pelindo Regional 1 Tembilahan berencana untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas layanan di dermaga umum guna mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas kapal perintis maupun komersial. Dengan dukungan penuh dari manajemen pusat dan komitmen lokal seperti yang ditunjukkan oleh Riky Armadi, diharapkan konektivitas maritim di Indragiri Hilir dapat semakin memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir Riau.

Terkini