Tembilahan - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan telah merilis informasi resmi mengenai jadwal operasional Kapal Motor (KM.) Sabuk Nusantara 110 untuk pelayaran Voyage 8. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus penumpang dan barang di wilayah perairan Indragiri Hilir. Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efektif dan menghindari antrean atau keterlambatan yang tidak perlu di pelabuhan.
Dalam rilis tersebut, dijelaskan bahwa KM. Sabuk Nusantara 110 akan melayani rute strategis yang menghubungkan Tembilahan dengan berbagai pelabuhan di Kepulauan Riau dan Kalimantan. Untuk periode awal Mei 2026, kapal ini memiliki jadwal lengkap yang mencakup singgah di Pelabuhan Kijang, Sungai Guntung, hingga kembali ke Tembilahan. Feriland Saragih mengingatkan bahwa ketepatan waktu sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut, sehingga penumpang diimbau untuk selalu memantau update terbaru dari pihak otoritas pelabuhan atau agen tiket resmi.
Secara spesifik, untuk rute dari Tembilahan menuju Sungai Guntung, kapal dijadwalkan berangkat pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Penumpang dewasa dikenakan tarif sebesar Rp21.600, sementara tarif untuk anak-anak adalah Rp16.400. Kapal diperkirakan akan tiba di Sungai Guntung pada hari yang sama pukul 21.00 WIB. Feriland Saragih menjelaskan bahwa rute ini merupakan salah satu jalur vital bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi laut reguler dengan harga yang terjangkau dan terjadwal.
Selain itu, layanan juga tersedia bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan atau berasal dari tujuan Kijang. Dari Tembilahan, keberangkatan menuju Kijang juga dimulai pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, dengan tarif tiket dewasa sebesar Rp34.800 dan anak-anak Rp25.400. Kapal dijadwalkan tiba di Kijang pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Kepala KSOP menegaskan bahwa perbedaan tarif tersebut disesuaikan dengan jarak tempuh dan durasi pelayaran yang lebih panjang dibandingkan rute ke Sungai Guntung.
Untuk memberikan gambaran menyeluruh, KSOP Kelas IV Tembilahan juga mempublikasikan riwayat perjalanan kapal sebelum tiba kembali di Tembilahan. Data menunjukkan bahwa kapal telah melakukan perjalanan panjang mulai dari Pelabuhan Kijang pada 29 April 2026, singgah di Tambelan, Pontianak, Serasan, Subi, Selat Lampa, Pulau Laut, Sedanau, Midai, Tarempa, Kuala Maras, hingga kembali ke Kijang dan Sungai Guntung. Informasi rinci ini dimaksudkan agar calon penumpang dari daerah-daerah tersebut juga dapat menyesuaikan jadwal mereka jika ingin menaiki kapal di pelabuhan-pelabuhan singgah lainnya.
Feriland Saragih turut memberikan perhatian khusus terhadap mekanisme pembelian tiket untuk mencegah praktik percaloan dan memastikan ketersediaan kursi bagi penumpang asli. Masyarakat dapat membeli tiket melalui beberapa kanal resmi, termasuk situs web https://www.easybook.com, menghubungi admin tiket di nomor 082285588383, atau kontak kapal di 081262704701. Selain itu, pembelian langsung juga dapat dilakukan di Loket Easybook yang berada di Pelabuhan PT Pelindo Cabang Tembilahan.
Meskipun jadwal telah diterbitkan secara rinci, KSOP Kelas IV Tembilahan secara tegas menyampaikan catatan bahwa jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini biasanya disebabkan oleh faktor teknis operasional kapal atau kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, Feriland Saragih menghimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal cetak, tetapi juga aktif berkomunikasi dengan pihak kapal atau mengecek informasi terkini melalui kanal resmi yang telah disediakan sebelum hari keberangkatan.
Sebagai penutup, Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan mengajak seluruh stakeholder, termasuk agen perjalanan dan masyarakat umum, untuk bekerja sama menjaga ketertiban di area pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur boarding, penggunaan jaket pelampung, dan kedisiplinan waktu diharapkan dapat menciptakan pengalaman pelayaran yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Dengan koordinasi yang baik antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan penumpang, operasional KM. Sabuk Nusantara 110 Voyage 8 diharapkan dapat berjalan lancar sesuai dengan target pelayanan publik yang prima.