Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp20 Ribu

Rabu, 29 April 2026 | 09:09:55 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memanggil sejumlah distributor besar minyak goreng kemasan Minyakita di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Senin (27/4/2026). Langkah strategis ini diambil untuk mengonfirmasi ketersediaan stok serta menelusuri secara mendalam alur distribusi pasokan yang beredar di wilayah Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.

Saat ini, harga Minyakita di pasaran Pekanbaru dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter. Angka tersebut sangat jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter, ditambah dengan kondisi pasokan yang mulai terbatas dan sempat mengalami kelangkaan.

Rapat yang dipimpin oleh Plh Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Inflasi nasional via Zoom. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan instansi penting, mulai dari Perum Bulog Riau Kepri, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Intibenua Perkasatama, hingga PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Zulhelmi Arifin menyatakan keterkejutannya atas fakta bahwa harga di lapangan sudah menyentuh angka Rp20.000 per liter. Ia pun langsung menginstruksikan tim dari Pemko bersama Satgas Pangan dan pihak kepolisian untuk segera melakukan penelusuran mendalam guna memastikan tidak ada penyimpangan atau hambatan di tingkat distribusi.

''Segera kita tindaklanjuti untuk penelusuran terlebih dahulu dengan memastikan alokasi di tingkat distributor. Kita akan bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikannya,'' tegas Ami, sapaan akrabnya Selasa (28/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PT Wilmar Nabati mengungkapkan adanya perubahan strategi di mana pada bulan ini mereka mengalokasikan 100 persen produksi Minyakita melalui Perum Bulog. Namun, diakui terjadi penurunan jumlah alokasi secara total, dari sebelumnya 35.000 dus menjadi 20.000 dus per bulan untuk wilayah tersebut.

Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Riau Kepri, Ria Sartika, menjelaskan bahwa pihaknya melepas Minyakita ke mitra dengan harga Rp14.500 per liter untuk program stabilisasi harga. Dengan harga tersebut, pedagang seharusnya masih bisa menjual sesuai HET Rp15.700 dan tetap mendapatkan untung, meskipun proses penyaluran dilakukan secara bertahap bersamaan dengan bantuan pangan lainnya.

''Alhamdulillah, untuk kita di Riau, ketersediaan untuk Minyakita sudah mencukupi. Hanya saja untuk penyalurannya, dilakukan berproses, karena bantuan pangan bukan hanya minyak goreng, tapi juga ada beras,'' kata Ria.

Di sisi lain, PT Intibenua Perkasatama (Musim Mas Group) melaporkan bahwa mereka telah meningkatkan porsi pasokan ke Bulog menjadi 65 persen pada tahun 2026. Perusahaan juga merinci bahwa distribusi tetap berjalan melalui distributor resmi, di mana harga jual dari distributor tingkat pertama ke tingkat kedua diklaim masih berada di angka Rp15.700.

Sebagai langkah penutup, Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru menekankan pentingnya transparansi data distribusi dari seluruh produsen dan pabrikan. Penelusuran data ini dianggap krusial untuk melacak di titik mana terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, sehingga pemerintah dapat segera melakukan tindakan koreksi demi menstabilkan harga pangan di masyarakat.

''Kalau penugasan ke Bulog, itu sudah jelas bisa di trace datanya kemana penyalurannya. Sementara yang lain, sejauh ini kita tidak mengetahui datanya, sehingga tidak tahu, alokasi yang ada di Riau ini dari mana saja asalnya, dan kemana penyalurannya,'' ujar Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Dinal Husna.

Terkini