Babinsa Sungai Raya Perkuat Tapal Batas Wilayah Lewat Patroli dan Sosialisasi Karhutla

Senin, 04 Mei 2026 | 13:46:48 WIB

Batang Tuaka  – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir terus digencarkan oleh jajaran TNI, khususnya Babinsa. Pada Rabu, 22 Maret 2026, Babinsa Koramil 12/Batang Tuaka, Serka Hepi Martison, melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat dan mempertegas batas-batas wilayah desa guna menghindari sengketa lahan di masa depan.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan personil gabungan yang terdiri dari satu anggota TNI dan tiga orang perwakilan masyarakat setempat. Kehadiran elemen masyarakat dalam patroli ini menunjukkan adanya sinergitas yang kuat antara aparat kewilayahan dan warga. Dengan melibatkan tokoh atau perwakilan warga, Serka Hepi Martison memastikan bahwa setiap langkah patroli disaksikan langsung oleh pihak yang memahami kondisi geografis dan historis tanah di wilayah tersebut, sehingga validitas penentuan tapal batas semakin kuat.

Lokasi patroli mencakup area-area kritis di Desa Sungai Raya dengan titik koordinat spesifik di -0,273530211 S dan 103,03453079 E. Penentuan titik koordinat ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari pemetaan digital dan fisik batas wilayah yang akurat. Dalam konteks pencegahan Karhutla, mengetahui batas jelas antar kepemilikan lahan atau antar desa sangat penting agar upaya pemadaman atau pembersihan lahan tidak melanggar wilayah yurisdiksi lain, serta meminimalisir potensi konflik horizontal akibat klaim lahan terbakar.

Serka Hepi Martison menekankan bahwa sosialisasi Karhutla harus berjalan beriringan dengan penegasan batas wilayah. Selama patroli, ia memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membakar lahan sembarangan, terutama di area perbatasan. "Dengan kita tahu di mana batas tanah kita dan batas desa, maka kita bisa lebih bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di dalam wilayah kita sendiri," ujar Serka Hepi di sela-sela kegiatan. Pernyataan ini menegaskan bahwa kesadaran batas wilayah adalah kunci dari disiplin lingkungan.

Peran Babinsa sebagai pelindung dan pengayom masyarakat terlihat jelas dalam pendekatan yang dilakukan. Alih-alih hanya melakukan inspeksi militeristik, Serka Hepi mengajak masyarakat berdialog sambil menelusuri jalur-jalur pembatas alami maupun buatan di lapangan. Diskusi ini mencakup pentingnya menjaga vegetasi di garis batas agar tetap hijau dan berfungsi sebagai sekat bakar alami. Jika terjadi kebakaran, sekat ini akan mencegah api merambat ke wilayah tetangga, baik itu wilayah desa lain maupun konsesi perusahaan.

Keterlibatan tiga orang masyarakat dalam patroli ini juga berfungsi sebagai saksi hidup atas kondisi batas wilayah pada tanggal tersebut. Dokumentasi kehadiran mereka bersama Babinsta menjadi bukti otentik bahwa peninjauan batas telah dilakukan secara transparan dan partisipatif. Hal ini sangat krusial mengingat sengketa lahan sering kali muncul akibat ketiadaan saksi atau kesepakatan bersama yang tercatat saat terjadi perubahan bentang alam, seperti setelah musim kemarau atau pasca-kebakaran lahan.

Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban administrasi pertanahan di tingkat desa. Dengan rutin melakukan patroli yang mengintegrasikan isu Karhutla dan penegasan tapal batas, Koramil 12/Batang Tuaka membantu pemerintah desa dalam memperbarui data monografi desa terkait batas wilayah. Data yang akurat ini akan memudahkan proses penyelesaian jika di kemudian hari terjadi tumpang tindih klaim lahan, karena sudah ada rekam jejak patroli bersama yang dilakukan oleh Babinsa dan warga.

kegiatan patroli dan sosialisasi yang dipimpin oleh Serka Hepi Martison ini merupakan contoh nyata implementasi tugas pokok Babinsa dalam pembinaan teritorial. Melalui pendekatan humanis dan teknis, Babinsa Sungai Raya tidak hanya berhasil menyebarkan pesan anti-Karhutla, tetapi juga berhasil mengukuhkan kedaulatan wilayah desa melalui penegasan tapal batas. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat ini menjadi model ideal dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Terkini