Polsek Pulau Burung Dampingi Masyarakat Optimalkan Ketahanan Pangan Melalui Program Holtikultura Bayam

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:38:20 WIB

Pulau Burung– Polsek Pulau Burung secara aktif melanjutkan dukungannya terhadap program nasional ketahanan pangan dengan melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat dalam sektor pertanian. Langkah konkret ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita yang bertujuan untuk menciptakan swasembada pangan di tingkat desa. Fokus utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan potensi lokal yang ada serta menjaga kestabilan ketersediaan bahan pangan pokok bagi warga Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kegiatan pengecekan perkembangan pertumbuhan tanaman bayam dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Lokasi kegiatan bertempat di lahan seluas satu hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Pulau Burung Sejahtera di Desa Pulau Burung. Kehadiran anggota Polri di tengah-tengah lahan pertanian menunjukkan komitmen serius instansi kepolisian dalam tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui sektor agraris.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Banit Provos Polsek Pulau Burung, Briptu T. Kamal Mirza, yang berkoordinasi erat dengan Ketua Kelompok Tani Pulau Burung Sejahtera, Sdr. Joko. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan tokoh tani setempat menjadi kunci keberhasilan monitoring tersebut. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan pengelolaan tanaman bayam berjalan sesuai dengan standar pertanian yang baik, sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal dan bermanfaat bagi kebutuhan pangan lokal.

Kapolsek Pulau Burung, AKP Dr. Irwanto, SH., MH., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat petani bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata pengabdian. Menurut Kapolsek, program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki oleh Desa Pulau Burung. Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara efektif, masyarakat diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah, sehingga kestabilan ketersediaan pangan di desa dapat terjaga sepanjang waktu.

AKP Dr. Irwanto, SH., MH., juga menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara pihak kepolisian dan warga dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan, Polsek Pulau Burung membangun jembatan komunikasi yang kuat dengan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai urgensi swasembada pangan, sekaligus mendorong semangat gotong royong warga dalam mengelola sumber daya alam mereka demi kesejahteraan bersama.

Kapolsek menjelaskan bahwa program holtikultura tanaman bayam ini memiliki dampak strategis jangka panjang. Selain menyediakan sumber gizi yang mudah diakses bagi masyarakat desa, kegiatan pertanian terorganisir ini juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan meningkatnya produktivitas lahan, masyarakat dapat menikmati hasil panen yang melimpah, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga petani di wilayah hukum Polsek Pulau Burung.

Dampak sosial dari kegiatan ini juga terasa signifikan dalam hubungan antara Polri dan masyarakat. Kegiatan pendampingan pertanian ini berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Masyarakat melihat Polri sebagai mitra yang peduli terhadap nasib dan kebutuhan dasar mereka, bukan hanya sebagai penegak hukum. Citra positif ini memperkuat fondasi kamtibmas di wilayah Desa Pulau Burung, karena tercipta rasa saling percaya dan keterbukaan antara aparat dan warga.

Polsek Pulau Burung berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi kelompok tani hingga masa panen tiba. Keberhasilan program ketahanan pangan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dapat menghasilkan outcome yang menguntungkan bagi semua pihak. Dengan terus menjaga kestabilan pangan dan memberdayakan potensi lokal, Desa Pulau Burung diharapkan dapat menjadi model desa mandiri pangan yang inspiratif bagi wilayah lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Terkini