SIAK– Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli M.Si merayakan Iduladha 1447 Hijriah dengan cara sederhana bersama masyarakat di pelosok kampung. Setelah melepas pawai takbir di Kota Siak Sri Indrapura, Selasa malam (26/5/2026), Bupati perempuan pertama di Negeri Istana itu memilih berkeliling ke kecamatan dan kampung-kampung.
Didampingi suaminya, Triono Dul Hakim, Bupati Afni melaksanakan salat Iduladha bersama masyarakat di Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Rabu (27/5/2026).
Ribuan warga tampak memadati lapangan sepak bola Mandiangin untuk mengikuti salat Id. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Siak tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat karena untuk pertama kalinya seorang bupati melaksanakan salat Idul Adha bersama warga di kampung tersebut.

“Meski Mandiangin jauh dari ibu kota kabupaten, namun dengan kehadiran saya di sini kiranya memberikan keyakinan bahwa kami selalu ingin dekat dengan rakyat, di pelosok manapun berada. Selamat Idul Adha, mohon dimaafkan lahir dan batin masih belum sempurna menjadi pemimpin,” kata Afni.
Tidak hanya menghadiri salat Id, Bupati Afni bersama suami juga menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat Kampung Mandiangin. Sementara hewan kurban lainnya turut disalurkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Siak.

Afni menyampaikan, total hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Siak tahun ini mencapai 3.072 ekor yang tersebar di 14 kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari 2.428 ekor sapi, 59 ekor kerbau, serta 585 ekor kambing dan domba.
Menurutnya, tingginya jumlah hewan kurban tersebut menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban tahun ini.
Afni menjelaskan, sebagian besar hewan kurban berasal dari peternak lokal Kabupaten Siak. Dari total sapi kurban, sebanyak 2.189 ekor berasal dari dalam daerah dan 239 ekor didatangkan dari luar daerah.

Sementara untuk kerbau, tercatat 4 ekor berasal dari Kabupaten Siak dan 55 ekor dari luar daerah. Sedangkan kambing dan domba, sebanyak 581 ekor berasal dari dalam daerah dan 4 ekor dari luar daerah.
Afni mengatakan, tujuan utama ibadah kurban bukan hanya penyembelihan hewan semata, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Selain itu, ibadah kurban juga menjadi sarana meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui pembagian daging kurban, kita diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan dengan sesama,” ujar Afni. (infotorial)