Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 | 08:48:55 WIB
Foto Ilustrasi (Akal Imitasi)

PEKANBARU — Pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, tampaknya sangat cocok menyelimuti akhir pelarian Nasriyatno alias Cili. 

Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang sempat menghirup udara bebas secara ilegal sejak Minggu (24/5/2026) lalu, harus menyudahi petualangannya dengan tragis. Ia berhasil diringkus kembali di kawasan Rumbai pada Rabu (27/5/2026) siang sekitar pukul 14.56 WIB.

Ironisnya, bukan karena taktik intelijen yang rumit, pelarian Cili justru tumbang oleh rasa lapar yang tak tertahankan. Perut kosong memaksanya keluar dari tempat persembunyian yang aman. 

Langkah kakinya seolah dituntun oleh aroma gurih masakan khas Minang, mendekati kerumunan warga yang tengah sibuk memasak rendang dan memotong hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban," ujar seorang warga di lokasi kejadian dengan nada heran.

Seketika, suasana hangat dan penuh kebersamaan warga yang sedang bergotong-royong menyiapkan daging kurban mendadak berubah menjadi ketegangan yang mencekam. 

Begitu menyadari bahwa pria asing yang mendekat adalah buronan yang dicari-cari, kepanikan sempat melanda. Namun, dengan sigap dan berani, warga sekitar langsung mengepung dan mengamankan Cili sebelum ia sempat melangkah lebih jauh.

Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, mengonfirmasi kebenaran penangkapan dramatis tersebut. Pihaknya bernapas lega karena salah satu pekerjaan rumah terbesar mereka minggu ini akhirnya tuntas. 

"Benar, sudah ditangkap," ujar Erwin singkat saat memberikan keterangan kepada awak media.

Meski demikian, pihak Rutan masih enggan membeberkan secara detail mengenai kondisi psikologis maupun fisik Cili saat ditangkap, termasuk kronologi interogasi awal. Proses hukum internal masih berjalan ketat untuk menggali informasi lebih dalam. 

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Jika menengok ke belakang, aksi nekat Cili pada Minggu sore menjelang magrib itu sempat membuat geger publik. Pria yang divonis 1 tahun 1 bulan penjara akibat kasus pencurian ini tergolong nekat. 

Ia memanfaatkan celah kelengahan petugas rutan yang sedang sibuk melakukan pergantian sif jaga di sore hari. Sistem pengamanan yang dianggap kokoh pun runtuh sesaat ketika Cili dengan lihai melompati pagar dan tembok pembatas kantor yang menjulang tinggi. 

Memanfaatkan pencahayaan yang mulai temaram menjelang malam, ia menghilang bak ditelan bumi sebelum akhirnya skenario pelariannya hancur berantakan tiga hari kemudian hanya karena urusan perut.

Insiden ini tentu menjadi tamparan keras bagi otoritas penegak hukum setempat dan sempat memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait kualitas pengamanan lapas. 

Menanggapi hal tersebut, pihak Rutan berjanji tidak akan tinggal diam dan siap melakukan evaluasi internal total demi menutup segala celah keamanan agar drama pelarian serupa tidak terulang di masa depan.

Terkini