JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia Suwandi, mengatakan bahwa saat ini ancaman kekeringan masih melanda Indonesia, untuk itu ia mengingatkan semua pemerintah daerah (Pemda) untuk terus waspada dan berupaya mengantisipasi dampak yang muncul akibat kemarau.
Suwandi menerangkan, puncaknya Elnino ini diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus mendatang. Sehingga ia mengharapkan Pemda memahami kondisi ini dengak baik, sehingga ancaman kekeringan dapat diantisipasi.
"Menteri Pertanian sudah menyurati seluruh gubernur ke bupati dan daerah tentunya berkoordinasi dengan Mendagri untuk menggerakkan langkah-langkah antisipasi kemarau," katanya dikutip melalui YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kamis (18/6/25).
Sekjen Kementan melanjutkan, ada beberapa poin dalam surat yang dikirim Kementan ke daerah dalam rangka antisipasi dampak kemarau tersebut.
Diantaranya, agar masing-masing daerah melakukan mapping wilayah langganan kekeringan yang selama ini kering dilakukan deteksi early warning system (EWS) antisipasi, adaptasi, dan mitigasi kekeringan.
Kemudian, mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal dan sumber air lainnya.
"Serta memanfaatkan pompanisasi, perpipaan dan irigasi perpompaan," lanjutnya.
Suwandi mengungkapkan, langkah-langkah strategis lainnya dalam rangka antisipasi dampak kemarau adalah melalui gerakan percepatan tanam pada wilayah potensial dengan menggunakan variates genjah, tahan kekeringan. Seperti Inpago 4-13, Inpari 38-46, Situbagendit, Situpatenggang, Pajajaran, Cakrabuana dan lain-lain.
Selanjutnya, kata dia, pemerintah juga bisa mengatur pola tanam sesuai dengan kondisi iklim dan ketersediaan air pada masing-masing wilayah.
"Tingkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemda dan seluruh pemangku kepentingan dalam pemantauan kondisi lahan pertanian," ujar dia.
Suwandi berharap strategi antisipasi dampak musim kemarau yang selalu disampaikan Kementan mulai dari antisipasi sebelum kemarau terjadi, adaptasi saat musim kemarau, dan mitigasi mengurangi dampak kekeringan dapat dilakukan dengan baik oleh Pemda.
Dengan demikian dia mengharapkan jika memang puncaknya musim kemarau terjadi, dampaknya dapat diminimalisir dan ditangani dengan sebaik mungkin.
"Semua disiapkan dengak baik, mulai dari air, benih, dan lain sebagainya, serta selalu pantau perkiraan cuaca di daerah masing-masing," tutupnya.