Paraguay sukses menjaga asa lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan penting 1-0 atas Turki pada laga Grup D yang berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, Jumat (19/6) waktu setempat. Hasil ini menjadi kejutan mengingat Turki lebih diunggulkan sebelum pertandingan dimulai.
Gol semata wayang Paraguay tercipta sangat cepat melalui Matías Galarza pada detik ke-65 pertandingan. Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat yang tercipta di turnamen ini dan langsung mengubah jalannya laga, memaksa Turki mengambil inisiatif menyerang sepanjang pertandingan
Secara statistik, Turki tampil dominan dengan penguasaan bola mendekati 80 persen serta melepaskan 32 tembakan dan mendapatkan 12 tendangan sudut. Namun dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol karena rapatnya pertahanan Paraguay dan buruknya penyelesaian akhir para pemain Turki.
Situasi semakin sulit bagi Paraguay setelah Miguel Almirón menerima kartu merah langsung. Insiden tersebut menjadi sorotan karena Almirón tercatat sebagai pemain pertama yang mendapat kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA terkait tindakan menutupi mulut saat berkomunikasi di lapangan
Meski bermain dengan 10 orang, Paraguay menunjukkan disiplin pertahanan yang luar biasa. Mereka mampu meredam kreativitas pemain-pemain andalan Turki seperti Arda Güler dan Kenan Yıldız yang sebelumnya diharapkan menjadi pembeda dalam laga krusial ini
Kekalahan ini membuat posisi Turki semakin sulit di Grup D. Setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Australia pada laga pembuka, hasil melawan Paraguay membuat peluang mereka untuk melaju ke babak berikutnya praktis tertutup.
Di sisi lain, kemenangan tersebut menghidupkan kembali peluang Paraguay untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak 32 besar. Paraguay kini bersaing dengan Australia untuk memperebutkan posisi yang memungkinkan mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Berdasarkan jalannya pertandingan, kemenangan Paraguay lahir dari efektivitas dan ketangguhan bertahan, sementara Turki harus melakukan evaluasi besar terhadap penyelesaian akhir dan variasi serangan mereka. Banyak pengamat dan pendukung sepak bola di media sosial menilai Turki gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sedangkan Paraguay pantas mendapat pujian atas semangat juang mereka hingga peluit akhir berbunyi.
Sumber : The Guardian, The Times Of India, Squawka I EN, reddit.com