Pemkab Siak Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berbasis Ekologi

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:30:53 WIB

Siak -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus memperkuat pembangunan berbasis ekologi melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional.

Hal tersebut ditegaskan saat Bupati Siak Afni Z menerima audiensi dan kunjungan lapangan perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Pertanian di Kabupaten Siak, Jumat (19/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan Siak Kabupaten Hijau, yang selama ini menjadi landasan pembangunan daerah dengan menempatkan aspek kelestarian lingkungan sebagai salah satu prioritas utama.

Afni menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan berbasis ekologi membutuhkan kolaborasi multipihak atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.

"Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi dan misi kami untuk mewujudkan Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi membutuhkan dukungan serta kemitraan strategis dari berbagai pihak, termasuk mitra internasional," ujar Afni.

Afni menjelaskan, Kabupaten Siak telah memiliki landasan kebijakan yang kuat melalui Peraturan Daerah tentang Siak Kabupaten Hijau. Untuk mendukung implementasinya, Pemerintah Kabupaten Siak membentuk Tim Siak Hijau sebagai wadah koordinasi multipihak yang memfasilitasi kerja sama pembangunan hijau antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan lembaga pembangunan internasional.

Menurut dia, Tim Siak Hijau menjadi instrumen penting dalam memastikan berbagai program pembangunan berkelanjutan berjalan secara terkoordinasi, selaras dengan kebutuhan daerah, serta mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Siak.

Di Provinsi Riau, Program Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) yang difasilitasi Daemeter dan Proforest saat ini hanya dilaksanakan di Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.

Program tersebut berfokus pada perlindungan lanskap berkelanjutan melalui konservasi kawasan hutan, rehabilitasi ekosistem pesisir dan mangrove, restorasi gambut, penguatan perhutanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik ekonomi berkelanjutan.

Program itu juga mendukung percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit swadaya guna meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Afni menekankan bahwa setiap program yang didukung UNDP dan mitra internasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan daerah.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang masuk ke Kabupaten Siak berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah. Kolaborasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Siak adalah perlindungan koridor satwa liar, seperti harimau Sumatra, gajah, beruang madu, dan tapir yang masih ditemukan di sejumlah kawasan hutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain berdiskusi mengenai pengelolaan lingkungan dan pembangunan hijau, para tamu juga diajak melihat kawasan hijau, wajah Kota Siak, serta kekayaan sejarah dan budaya daerah, termasuk mengunjungi Istana Siak sebagai salah satu ikon warisan budaya Melayu.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Siak Pelalawan Landscape Program, Jimmy Widopo, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mengembangkan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Menurut dia, komitmen tersebut menjadikan Siak sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun kolaborasi multipihak untuk mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.(Infotorial) 

Terkini