Pelindo Tembilahan Kembali Layani Keberangkatan Speedboat, GM Riky Armadi Tekankan Protokol Keamanan

Selasa, 30 Juni 2026 | 10:14:41 WIB

Tembilahan  – Terminal Penumpang PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Tembilahan resmi kembali melayani operasional keberangkatan kapal cepat atau speedboat pada Senin, 29 Juni 2026. Langkah ini menandai kembalinya konektivitas maritim vital yang menghubungkan Tembilahan dengan destinasi strategis di Kepulauan Riau, yakni Tanjung Balai Karimun dan Batam.

Manajemen Pelindo Tembilahan memastikan bahwa pembukaan rute ini telah melalui serangkaian persiapan matang, termasuk inspeksi kelayakan dermaga dan koordinasi intensif dengan operator pelayaran. Fokus utama dalam fase awal operasional ini adalah menjamin stabilitas jadwal dan keselamatan penumpang di tengah dinamika arus lalu lintas laut yang semakin padat.

General Manager Pelindo Regional 1 Tembilahan, Riky Armadi, ST., M.Sc., menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali layanan speedboat ini merupakan respons atas tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terhadap kebutuhan mobilitas yang cepat dan efisien. Menurutnya, konektivitas yang lancar menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Indragiri Hilir.

"Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap perjalanan yang dimulai dari Terminal Penumpang Tembilahan berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman. Ini bukan hanya tentang transportasi, tetapi tentang memberikan kepastian bagi penumpang yang memiliki kepentingan bisnis maupun pribadi ke arah Batam dan Karimun," ungkap Riky Armadi dalam keterangan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Riky Armadi juga memberikan himbauan penting kepada seluruh calon penumpang untuk mematuhi prosedur administrasi dan keamanan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kedatangan lebih awal ke terminal untuk menyelesaikan proses check-in dan pemeriksaan barang bawaan, guna menghindari penumpukan antrian yang dapat mengganggu kelancaran operasional.

Selain aspek administratif, Pelindo Tembilahan juga memperketat pengawasan terhadap muatan barang dan kapasitas penumpang di setiap unit speedboat. Himbauan ini ditujukan untuk mencegah kelebihan muatan (overload) yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, serta memastikan bahwa semua peralatan keselamatan di kapal berfungsi dengan baik sebelum berlayar.

Riky Armadi menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran Utama, Polisi Perairan, dan Dinas Kesehatan untuk menjaga standar protokol kesehatan dan keamanan maritim. Sinergi antar-instansi ini dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang bersih, aman, dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa.

Dengan dibukanya kembali rute speedboat menuju Tanjung Balai Karimun dan Batam ini, Pelindo Tembilahan berharap dapat meningkatkan volume pergerakan penumpang dan barang secara signifikan. Manajemen tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas layanan, demi mewujudkan Tembilahan sebagai simpul logistik dan pariwisata yang handal di kawasan Sumatera Bagian Timur.

Terkini