Mendagri Ingatkan Daerah Waspadai Kenaikan Inflasi

Senin, 13 Juli 2026 | 20:47:54 WIB

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia yang diselenggarakan rutin setiap minggunya, disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (13/7/25). 

Selain membahas terkait langkah kongkrit pengendalian inflasi, dalam rakornas kali ini sekaligus disampaikan terkait update dan data tunggal sosial dan ekonomi nasional, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program tiga juta rumah secara virtual. 

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa secara Years on Years (YoY) Juni 2026 terhadap Juni 2025, inflasi Indonesia berada pada angka 3,34 persen. 

Dia menyebutkan, angka 3,34 persen merupakan angka yang cukup aman mengingat angka yang ditetapkan pemerintah maksimal 3,5 persen. Namun menurutnya, meskipun angka inflasi normal, tim pengendalian inflasi harus terus berhati-hati agar tidak terjadi lonjakan harga. 

"Inflasi diangka 3,34 persen secara YoY, angka yang masih aman tapi kita harus hati-hati karena kita berbicara tren tiga bulan terkahir menunggu kenaikan harga beberapa komoditas," katanya. 

Tito Karnavian mengungkapkan, jika dilihat dari data yang dirilis BPS, dalam tiga bulan terakhir ada tiga titik kelompok penyumbang inflasi yang menunjukkan kenaikan. 

Sehingga menurutnya, tim pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah perlu banyak berusaha agar kenaikan inflasi tidak menyentuh angka 3,5 persen. 

Karena jelasnya, kenaikan inflasi itu bisa memberatkan masyarakat, terutama masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.

"Itu penyumbangnya adalah sektor makanan minuman dan tembakau, sektor transportasi karena kenaikan harga minyak, lalu sektor perawatan pribadi yaitu emas yang fluktuatif naik turun harganya," ungkap dia. 

Mendagri melanjutkan, jika dilihat inflasi secara bulan kebulan yang lebih menggambarkan keadaan di bulan Juni dibandingkan bulan Mei, terdapat kenaikan sedikit dari 0,38 persen ke 0,44 persen. 

Dia mengungkapkan, penyumbang andil kenaikan inflasi secara bulan ke bulan tersebut utamanya adalah sektor transportasi.

 "Inflasi di sektor ini disebabkan kenaikan BBM, ditambah dengan sektor makanan dan minuman 0,2 persen. Dua hal itu perlu diwaspadai," lanjutnya.

Terkini