Dari Riau ke Istana, Rizqy dan Arifa Bidik Posisi Terbaik Pengibar Bendera Nasional

Senin, 13 Juli 2026 | 20:53:07 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmil

PEKANBARU – Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti ruang kerja Wakil Gubernur Riau pada Senin (13/7/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi melepas keberangkatan dua orang pelajar terbaik yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Pusat utusan Provinsi Riau. Keduanya akan segera bertolak menuju Jakarta untuk bergabung dalam pemusatan latihan nasional menjelang upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Dua potret generasi muda yang mengenakan seragam putih abu-abu tersebut adalah Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha. Rizqy merupakan siswa berprestasi dari MAN Insan Cendekia Kabupaten Siak, sementara Arifa adalah siswi tangguh dari SMAN 1 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Keberangkatan mereka ke ibu kota tidak hanya membawa nama baik keluarga dan sekolah, tetapi juga memikul harapan seluruh masyarakat Bumi Lancang Kuning.


Bagi Rizqy Aditya Siregar, kelulusannya ini mencatatkan tinta emas tersendiri yang sangat emosional. Ia tercatat sebagai putra daerah pertama dalam sejarah Kabupaten Siak yang berhasil menembus ketatnya seleksi Paskibraka hingga ke tingkat nasional. Remaja ini mengaku bahwa pencapaian luar biasa tersebut memicu motivasi besar di dalam dirinya untuk membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing di panggung tertinggi.

"Sebagai utusan dari Kabupaten Siak dan menjadi yang pertama dalam sejarah menembus Istana Negara, saya sangat bangga sekali. Saya bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu menjadi yang terbaik. Motivasi ini sesuai amanat orang tua agar saya harus lebih baik dari mereka, dan hal itu yang saya tanamkan hingga saat ini," ujar Rizqy dengan nada optimis.


Di balik seragam sekolah yang dikenakannya, tersimpan cerita tentang disiplin baja yang telah ia lalui selama berbulan-bulan. Rizqy harus menjalani rutinitas fisik yang menguras tenaga setiap pagi hari, dilanjutkan dengan pendalaman materi wawasan kebangsaan pada malam hari. Semua kerja keras membagi waktu antara kewajiban akademis sekolah dan porsi latihan berat itu ia lakukan demi satu tujuan, yaitu tidak mengecewakan Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Siak.

Kisah perjuangan yang tidak kalah sarat pengorbanan juga dituturkan oleh Arifa Rahma Maulydha. Bagi siswi asal Indragiri Hilir ini, setiap jengkal tahapan seleksi yang dilalui merupakan ujian kesabaran dan mental yang sesungguhnya. Proses panjang tersebut harus ia merangkak dari bawah, dimulai dari tingkat sekolah, berlanjut ke tingkat kecamatan dan kabupaten, hingga akhirnya mampu mengeliminasi pesaing tangguh di tingkat provinsi.

"Persiapan yang saya lakukan mencakup tes fisik, mental, dan wawasan kebangsaan. Menurut saya, menjadi seorang Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris yang sempurna, namun juga harus dilengkapi dengan wawasan yang luas. Ketika nama saya diumumkan lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Riau di Senayan, saya sangat tidak menyangka, bahagia, dan bangga," ungkap Arifa penuh syukur.

Kini, setelah gerbang menuju Istana Negara telah terbuka lebar, Arifa telah menetapkan target personal berikutnya dalam prosesi sakral pengibaran bendera nanti. Siswi SMAN 1 Keritang ini menggenggam erat satu impian tertinggi yang menjadi dambaan setiap capaska putri di Indonesia. Dengan persiapan matang yang sudah dikantonginya, Arifa berharap dapat tampil maksimal selama masa karantina pusat agar bisa dipercaya mengisi posisi prestisius sebagai pembawa baki bendera pusaka.

Terkini