Inovasi E-Patmo Lahir di Lapas Kelas IIA Tembilahan: Langkah Nyata Menuju Smart Prison

Rabu, 22 Juli 2026 | 13:56:00 WIB

TEMBILAHAN – Di tengah rutinitas pengawasan manual yang masih mendominasi lembaga pemasyarakatan pada umumnya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan meluncurkan terobosan teknologi mutakhir bernama E-Patmo (Electronic Patrol Mobile). Inovasi berbasis aplikasi mobile dan web ini digagas langsung oleh Kepala Urusan Umum Lapas Kelas IIA Tembilahan, James Rischi, sebagai wujud modernisasi sistem pengamanan internal.

Sistem digital ini dirancang khusus untuk mengubah pola pengawasan konvensional yang telah berjalan selama lebih dari setengah abad di institusi pemasyarakatan tersebut. Melalui platform kontrol yang terintegrasi, petugas dapat melakukan pemetaan zona serta pemantauan area rawan di seluruh lingkungan lapas secara akurat, terukur, dan berkesinambungan secara real-time.


 

"E-Patmo lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin pengawasan tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual yang rentan subjektivitas, melainkan didasarkan pada data yang terverifikasi secara fisik," ujar Penggagas E-Patmo sekaligus Kaur Umum Lapas Tembilahan, James Rischi, pada Rabu (22/7/2026).

Mekanisme Kerja Berbasis QR Code dan Sensor RFID

Mengenai mekanisme teknis di lapangan, E-Patmo mengandalkan pemindaian sensor QR Code atau Radio Frequency Identification (RFID) yang dipasang pada titik-titik strategis dan zona rawan di lingkungan lapas. Setiap kali petugas melakukan patroli rutin, pemindaian wajib dilakukan sehingga sistem akan mencatat lokasi, waktu presisi, hingga rekam jejak jalur patroli secara otomatis.

Data hasil pemindaian tersebut secara instan terhubung ke pimpinan melalui dashboard web khusus untuk pemantauan yang transparan dan akuntabel. Dengan peta pengawasan yang terus diperbarui ini, alokasi personel pengamanan dapat difokuskan pada zona-zona yang membutuhkan pengawasan ekstra, sekaligus meminimalkan celah potensi gangguan keamanan.


 

Penerapan E-Patmo ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem Smart Prison yang lebih luas di masa depan. Ke depannya, platform digital ini diproyeksikan dapat diintegrasikan dengan modul pemantauan CCTV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sistem manajemen kunjungan, hingga pelaporan pelanggaran secara terpadu.

Komitmen Pimpinan dan Visi Tata Kelola Modern

Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan dukungan penuh atas lahirnya inovasi berbasis teknologi digital dari internal jajarannya tersebut. Ia menegaskan bahwa transformasi menuju tata kelola pemasyarakatan yang modern memerlukan langkah nyata yang konsisten dari seluruh elemen instansi.


 

"Inisiatif seperti E-Patmo menunjukkan bahwa perubahan menuju tata kelola yang modern bisa dimulai dari langkah kecil namun konsisten. Kami berkomitmen mendukung penuh pengembangan lebih lanjut," ungkap Kalapas Tembilahan, Prayitno.

Sementara itu, James Rischi menegaskan bahwa gagasan inovasi E-Patmo ini baru merupakan tahap awal dari transformasi besar yang sedang diusung. "Kami ingin menciptakan institusi pemasyarakatan yang tidak hanya aman, tetapi juga transparan dan responsif terhadap dinamika zaman. Smart Prison bukan lagi mimpi, melainkan visi yang sedang kami wujudkan langkah demi langkah," tegas James Rischi menutup keterangannya

Terkini