Ini Desain Arsitektur Flyover Simpang Panam: Bertabur Ornamen Melayu dan Jadi Ikon Baru Riau

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39:26 WIB
Visualisasi desain arsitektur rencana pembangunan flyover Simpang Panam, Pekanbaru (Sumber: Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau)

PEKANBARU – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak Todingrara, secara resmi memaparkan visualisasi desain arsitektur rencana pembangunan flyover Simpang Panam, Pekanbaru, melalui layar digital. Ekspos rancangan fisik jembatan layang kelima di Kota Pekanbaru ini disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran Pemprov Riau dan instansi terkait.

Infrastruktur penyeberangan layang yang ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada tahun 2027 mendatang ini bakal membentang tepat di persimpangan padat Jalan HR Soebrantas – Jalan Garuda Sakti. Proyek strategis ini dirancang khusus untuk mengurai simpul kemacetan parah yang selama ini menjadi keluhan utama para pengguna jalan di kawasan barat Kota Bertuah.

Pembangunan flyover Simpang Panam ini akan melengkapi empat jembatan layang yang telah berdiri di Pekanbaru sebelumnya. Keempatnya meliputi flyover Jalan Sudirman – Tuanku Tambusai, flyover Jalan Sudirman – Imam Munandar, flyover Jalan Soekarno Hatta – Tuanku Tambusai, serta flyover Jalan Soekarno Hatta – HR Soebrantas.

Pembiayaan APBN dan Detail Spesifikasi Teknis

"Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan," ujar Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, saat memaparkan materi ekspos di Pekanbaru, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan desain digital yang ditampilkan, rancangan fisik flyover yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh APBN Pemerintah Pusat ini berbentuk lurus memanjang di atas Jalan HR Soebrantas mengarah ke perbatasan Pekanbaru – Kampar. Jalur ini merupakan urat nadi transportasi lintas daerah yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi.

Secara teknis, proyek infrastruktur ini memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan mencapai 40 meter sesuai Surat Penetapan Lokasi (Penlok) dari Pemerintah Provinsi Riau. Dimensi ini telah disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan kapasitas lalu lintas saat ini serta arah pengembangan kawasan perkotaan di masa depan.

Sentuhan Melayu dan Kolaborasi Kebudayaan

Tidak hanya berfokus pada fungsi utilitas transportasi, BPJN Riau juga merancang flyover Simpang Panam dengan estetika arsitektur yang kental akan corak kebudayaan lokal. Struktur jembatan layang ini akan dihiasi ornamen-ornamen khas Melayu guna memperkuat identitas kebudayaan daerah.


 

"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," ungkap Yohanis.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menjadikan infrastruktur transportasi tersebut sebagai simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Terkini