Pemprov Riau Ungkap Penyebab Harga Kelapa di Inhil Turun, Permintaan Global Lesu Saat Produksi Melimpah

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:25:33 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan bahwa kondisi pasar kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika permintaan pasar global hingga meningkatnya pasokan seiring memasuki musim panen.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, S.Hut., M.T., menjelaskan bahwa perubahan kondisi pasar tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan perdagangan produk kelapa dan turunannya di pasar internasional.

"Pergerakan pasar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya dinamika permintaan global terhadap produk kelapa dan turunannya. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas perdagangan di dalam negeri," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Di sisi lain, produksi kelapa dari kebun masyarakat saat ini mengalami peningkatan seiring berlangsungnya musim panen. Meningkatnya hasil produksi dinilai sebagai dampak positif dari kondisi perkebunan yang semakin baik serta faktor cuaca yang mendukung.

Menurut Supriyadi, perbaikan infrastruktur perkebunan dan kondisi lingkungan yang relatif stabil turut berkontribusi terhadap meningkatnya produktivitas tanaman kelapa. "Saat ini memasuki musim panen dengan hasil produksi yang cukup baik. Kondisi tersebut didukung oleh infrastruktur perkebunan yang semakin membaik serta cuaca yang masih mendukung aktivitas budidaya," katanya.

Pemerintah Provinsi Riau juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan pasar dan menyusun langkah-langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan sektor perkelapaan.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemprov Riau mendorong penguatan hilirisasi industri kelapa serta penyusunan kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing komoditas kelapa. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri perkelapaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di masa mendatang.

Terkini