PEKANBARU - Sebanyak 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Riau Tahun 2026 resmi mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil dalam baris-berbaris, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil melewati proses seleksi hingga tingkat provinsi. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang patut disyukuri.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya mengucapkan selamat kepada seluruh calon Paskibraka yang telah berhasil lolos seleksi hingga tingkat provinsi. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, semangat juang, dan do’a dari orang tua serta para pembina," ujarnya di Evo Hotel Pekanbaru, Minggu (02/08/2026).
Dijelaskan bahwa Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pasukan pengibar bendera. Para anggota merupakan contoh generasi muda yang menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Paskibraka adalah simbol keteladanan generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, disiplin, integritas, serta semangat gotong royong. Menjadi anggota Paskibraka berarti siap menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan bangsa," jelasnya.
Diungkapkan, pendidikan dan pelatihan yang dijalani peserta tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun karakter kepemimpinan yang akan menjadi bekal peserta.
"Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan yang akan saudara ikuti bukan hanya bertujuan membentuk kemampuan baris-berbaris yang baik, tetapi juga membangun karakter, mental kepemimpinan, ketahanan fisik, kecerdasan emosional, serta wawasan kebangsaan yang kuat. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan masa depan," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Sebab, setiap latihan merupakan proses pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas diri para peserta.
"Kepada seluruh peserta diklat, saya berpesan agar mengikuti setiap proses dengan penuh kesungguhan. Jadikan setiap latihan sebagai kesempatan untuk menempa diri menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, tangguh, serta mampu bekerja sama dalam tim. Ingatlah bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan individu. Tetapi juga oleh kekompakan, rasa saling percaya, dan semangat melayani," tambahnya.
Asisten I Zulkifli, optimis bahwa seluruh calon Paskibraka Provinsi Riau mampu mengemban amanah besar sebagai pengibar Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Dengan begitu, dibutuhkan sinergitas dan solidaritas untuk menyukseskan pelaksanaan.
"Saya mengucapkan selamat mengikuti pendidikan dan pelatihan kepada seluruh calon Paskibraka Provinsi Riau Tahun 2026. Saya yakin, dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian, para calon Paskibraka Provinsi Riau akan mampu menjalankan tugas mulia sebagai pengibar Sang Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan kebanggaan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan bahwa pemusatan pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Seluruh peserta akan menjalani pembinaan secara intensif selama lebih dari dua pekan.
"Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini kita laksanakan di Kota Pekanbaru. Calon Paskibraka tahun 2026 tersebut melakukan diklat mulai dari tanggal 2 Agustus hingga 18 Agustus mendatang," kata Kaban Kesbangpol Riau, Boby Rachmat.
Diterangkan, tujuan utama pelaksanaan pemusatan diklat calon Paskibraka tentunya untuk membentuk calon anggota Paskibraka yang memiliki karakter Pancasila. Kemudian, menguatkan semangat nasionalisme dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka dengan baik pada upacara HUT ke-81 RI.
"Peserta yang dinyatakan terpilih pada tingkat provinsi berjumlah 36 orang yang terdiri dari 18 putra dan 18 putri. Sehingga, saya berharap kalian semua mampu menjaga waktu sebaik-baiknya. Jika ada gangguan kesehatan segera laporkan kepada panitia dan tim medis, dengan begitu kita dapat memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan." pungkasnya