Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen pada Triwulan II 2026, Kinerja Nonmigas Makin Menguat

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:01:31 WIB
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi

PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau pada triwulan II 2026 terus menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat ekonomi Riau tumbuh 4,75 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), dengan pertumbuhan ekonomi nonmigas mencapai 5,70 persen atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,06 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa penguatan sektor nonmigas menjadi salah satu indikator membaiknya struktur pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.

"Ekonomi Riau triwulan II 2026 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp340,34 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp154,55 triliun," ujar Asep saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Riau tumbuh 1,38 persen dibandingkan triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sebagian besar lapangan usaha, dengan sektor transportasi dan pergudangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 22,27 persen, disusul jasa perusahaan sebesar 11,27 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 7,40 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Riau juga mencatat pertumbuhan 2,99 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Di sisi lain, lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan masing-masing mengalami kontraksi sebesar 2,44 persen dan 0,63 persen secara triwulanan.

"Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 4,75 persen ditopang oleh hampir seluruh lapangan usaha. Sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,80 persen, diikuti jasa lainnya sebesar 13,42 persen serta jasa pendidikan sebesar 11,71 persen," urainya.

Adapun sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah tetap menunjukkan kinerja positif. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,31 persen, sedangkan industri pengolahan meningkat 4,59 persen. Sementara sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi tipis sebesar 0,56 persen.

"Hingga semester I 2026, ekonomi Riau tumbuh 4,82 persen dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha jasa lainnya sebesar 13,64 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,29 persen, serta jasa perusahaan sebesar 11,54 persen," jelansya.

Dari sisi struktur ekonomi, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB Riau dengan kontribusi 27,88 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,87 persen, pertambangan dan penggalian sebesar 19,98 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 10,35 persen, serta konstruksi sebesar 8,86 persen. Kelima sektor tersebut secara bersama-sama menyumbang 93,95 persen terhadap total perekonomian Provinsi Riau.

Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 secara tahunan didorong oleh meningkatnya Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 13,08 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 10,30 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga sebesar 7,16 persen, serta Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,60 persen.

Secara spasial, kontribusi Provinsi Riau terhadap perekonomian nasional pada triwulan II 2026 mencapai 5,25 persen. Dengan capaian tersebut, Riau masih menjadi provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto terbesar keenam di Indonesia sekaligus terbesar kedua di luar Pulau Jawa.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Riau tetap terjaga dengan baik, didukung kinerja sektor-sektor produktif dan meningkatnya aktivitas konsumsi maupun investasi yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," tandasnya.

Terkini