Remaja Usia 13–17 Tahun Jadi Kelompok Paling Rentan Kekerasan Anak di Riau

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:15:07 WIB
Foto ilustrasi (akal Imitasi / Gemini)

PEKANBARU - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengandaian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau memaparkan bahwa, anak-anak usia 13-17 tahun paling banyak menjadi korban kekerasan. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlahnya mencapai 1.681 anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengandaian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau Fariza melalui Kasi Pengaduan Hendri Samantha mengatakan, pada tahun 2023 jumlah korban kekerasan pada anak usia dibawah enam tahun sebanyak 118 anak, usia 6-12 tahun 312 anak dan 13-17 tahun 492 anak. 

“Tahun 2024, anak usia dibawah enam tahun 120 anak, 6-12 tahun 331 anak, 13-17 tahun 621 anak. Dan pada 2025, anak usia dibawah enam tahun 120 anak, 6-12 tahun 290 anak dan usia 13-17 tahun 568 anak,” paparnya.

Untuk sebaran kasus per kabupaten/kota, pada tahun 2023 di Kuansing ditemukan 19 kasus, kemudian di 2024 ada 40 kasus dan pada 2025 ada 59 kasus. Di Indragiri Hulu pada 2023 terdapat 60 kasus, 2024 ada 62 kasus, dan pada 2025 terdapat 55 kasus. Di Kabupaten Indragiri Hilir pada 2023 terdapat 31 kasus, pada 2024 ada 49 kasus dan pada 2025 ada 25 kasus.

“Selanjutnya di Pelalawan pada 2023 terdapat 26 kasus, 2024 ada 81 kasus dan pada 2025 ada 61 kasus. Di Siak pada 2023 ada 48 kasus.m, 2024 ada 46 kasus dan pada 2025 ada 35 kasus. Di Kampar pada 2023 ada 95 kasus, 2024 ada 140 kasus dan pada 2025 ada 132 kasus,” ujarnya.

Di Rokan Hulu pada 2023 terdapat 53 kasus, pada 2024 ada 60 kasus dan pada 2025 ada 41 kasus. Bengkalis pada 2023 ada 131 kasus, pada 2024 ada 108 kasus dan pada 2025 ada 117 kasus. Rokan Hilir pada tahun 2023 ada 55 kasus, 2024 ada 64 kasus dan pada 2025 ada 65 kasus.

“Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2023 ada 22 kasus, tahun 2024 ada 22 kasus dan pada 2025 ada 25 kasus. Kota Pekanbaru pada tahun 2023 ada 152 kasus, tahun 2024 ada 179 kasus dan pada 2025 ada 169 kasus. Selanjutnya Kota Dumai pada 2023 ada 91 kasus, tahun 2024 ada 109 kasus dan pada 2025 ada 48 kasus,” tutupnya.

Terkini