Kantah Inhil Ikuti Upacara HUT RI Ke-81, Resapi Amanat Bupati Herman untuk Bangun Daerah

Senin, 17 Agustus 2026 | 21:20:17 WIB

Tembilahan – Kantor Pertanahan Nasional (Kantah) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat di Lapangan Gajah Mada pada Senin (17/08). Pembina Upacara pada saat itu adalah  Bupati Inhil, H. Herman, ini menjadi momen refleksi bagi seluruh jajaran pejabat fungsional dan staf Kantah Inhil untuk menundukkan hati sejenak, menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi satu cita-cita luhur: Indonesia yang merdeka.

Upacara berlangsung saksama di bawah komando Kapten Inf. Rizki Ardo Prakoso sebagai Komandan Upacara, dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pelajar-pelajar berprestasi dari berbagai SMA di Inhil. Dalam suasana yang haru, seluruh peserta upacara, termasuk jajaran Kantah Inhil, turut mengirimkan doa bagi saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan daerah lain yang tertimpa musibah, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap sesama di hari kemerdekaan.

Dalam amanatnya, Bupati H. Herman menekankan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparatur sipil negara di lingkungan pertanahan, untuk meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun daerah. “Perlunya kita berjuang untuk meningkatkan kemandirian, pelayanan publik dan keadilan sosial demi tercapainya masyarakat Inhil yang sejahtera,” ujar Bupati Herman di hadapan ribuan peserta upacara.

Menyikapi amanat tersebut, Kepala Kantor Pertanahan (Kakanth) Inhil, Muhammad Khomsadi, S.ST, memberikan penjelasan khusus kepada jajarannya usai upacara. Khomsadi menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah warisan dari keberanian mereka yang tak pernah takut melangkah di tengah perjuangan. Bagi Kantah Inhil, langkah berani tersebut diterjemahkan melalui inovasi pelayanan dan penegakan hukum agraria yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Khomsadi menjelaskan bahwa semangat "takut melangkah" yang dimiliki para pejuang dahulu harus ditransformasikan menjadi keberanian inovatif dalam bekerja. Tantangan masa kini bagi jajaran Kantah Inhil bukanlah medan perang fisik, melainkan bagaimana memberikan kepastian hukum bidang pertanahan yang transparan. Hal ini sejalan dengan pesan Bupati Herman mengenai pentingnya pelayanan publik yang prima sebagai fondasi keadilan sosial di Kabupaten Inhil.

Para pejabat fungsional dan staf Kantah Inhil tampak serius menyimak arahan Kakanth mengenai relevansi tema HUT RI ke-81 dengan tugas pokok instansi. Khomsadi menyoroti bahwa integritas dan dedikasi adalah bentuk modern dari pengorbanan para pahlawan. Dengan melayani masyarakat tanpa pamrih dan menyelesaikan sengketa tanah secara bijaksana, para pegawai Kantah Inhil turut menjaga kedaulatan bangsa melalui stabilitas kepemilikan aset rakyat.

Momen pengheningan cipta sebelumnya telah menjadi puncak emosional yang memungkinkan setiap individu untuk merenungkan betapa besarnya harga yang dibayar oleh para pahlawan. Kesunyian itu menjadi pengingat kuat bahwa kebebasan yang ada saat ini dibangun di atas fondasi pengorbanan nyawa dan harta benda generasi terdahulu, yang kini harus diisi dengan karya nyata dalam pembangunan daerah sesuai arahan Bupati Herman.

partisipasi Kantah Inhil dalam upacara HUT RI ke-81 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk terus berkarya. Dengan mengenang keberanian mereka yang tak pernah takut melangkah dan meresapi amanat Bupati untuk membangun daerah, seluruh elemen Kantah Inhil bertekad menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keadilan agraria dan kesejahteraan masyarakat Inhil yang lebih baik.

Terkini