Dari Riau ke Sumatra Selatan, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan hingga Tuntas

Senin, 24 Agustus 2026 | 19:39:52 WIB

Usai memimpin rapat di Posko Aju Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan ke Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Senin (24/08/2026). Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, dan langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan yang berada di kawasan bandara.

 

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Selatan M. Iqbal Alisyahbana menyampaikan bahwa hingga 23 Agustus 2026 tercatat sebanyak 12.956 titik panas (hotspot) di Sumatra Selatan. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 2.435 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 2.139 titik dan Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.909 titik.

“Jumlah titik hotspot ini sangat meningkat di bulan Agustus ini, yang mana di bulan Juli ada 2.096 titik hotspot, meningkat di bulan Agustus sampai dengan tanggal 23 ada 8.044 titik hotspot yang terjadi di Sumatra Selatan,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan luas lahan yang terbakar di Sumatra Selatan hingga 23 Agustus 2026 mencapai 1.926 hektare. Berdasarkan luas lahan terbakar tersebut, Sumatra Selatan berada pada peringkat ke-18 dari 36 provinsi di Indonesia.

“Untuk rekapitulasi kejadian karhutla di Sumatera Selatan sampai dengan periode 23 Agustus 2026, ada 1.723 kejadian,” imbuh Iqbal.

Iqbal menyebut untuk mendukung penanganan karhutla, Sumatra Selatan mengerahkan 11.567 personel yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Polhut, Satpol PP, hingga kelompok masyarakat dan unsur perusahaan, termasuk Kelompok Tani Peduli Api, Masyarakat Peduli Api, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, dan RPK HTI.

Upaya penanganan dilakukan melalui deteksi dini dan pemantauan hotspot, patroli darat dan udara, serta operasi pemadaman. Sumatra Selatan juga mendapat dukungan operasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing.

“Kita di Sumatra Selatan melakukan operasi modifikasi cuaca sudah berlangsung pada 4 sesi. Yang terakhir di tanggal ini, di tanggal 22 Agustus sampai dengan 26 Agustus nanti” imbuh Iqbal.

Pemerintah juga terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, baik perorangan maupun korporasi.

Menindaklanjuti laporan terkait kebutuhan penanganan di Provinsi Sumatra Selatan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar seluruh kebutuhan di lapangan segera dipenuhi. Kepala Negara menyetujui penambahan sejumlah kebutuhan yang diperlukan guna mempercepat penanganan karhutla di provinsi ini.

“Tadi kebutuhan, saya sekarang butuh laporan tentang kebutuhan yang kalian butuhkan. Tadi sudah disampaikan kebutuhan satu helikopter waterbombing tambahan, sudah bisa bantu satu lagi. Kita juga butuhkan alat ekskavator," ujar Kepala Negara.

"Kita punya ekskavator, bisa kita kirim? Bisa segera dikirim ke sini? Kita akan segera kirim. Kita bisa kirim berapa ke sini? 20, Anda cukup? 20 cukup? Ya sudah, segera kirim ke sini. Apa lagi yang kau butuhkan? KSAD, apa, yang dilakukan di tempat-tempat lain itu, bor air itu,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga terhubung melalui konferensi video dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan Lampung untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi. 

Terkini