Tembilahan – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di pinggiran perumahan penduduk Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kabupaten Indragiri Hilir. Titik api terpantau di wilayah Parit 18, 17 dan 19 sehingga berpotensi meluas ke pemukiman warga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Inhil melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Surohman, S.ST menyampaikan saat ini pihaknya bersama tim di lapangan sedang menunggu alat berat untuk melakukan penggalian sekat kanal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya api dan mempermudah pemadaman.
Dalam video yang diterima, terlihat kondisi lahan gambut yang terbakar. Vegetasi hangus, tanah menghitam dan asap masih mengepul di beberapa titik. Sebuah alat berat berwarna kuning juga sudah bergerak menuju lokasi untuk memulai pekerjaan di Parit 18.

Surohman menjelaskan pembuatan sekat kanal di Parit 18 bertujuan menampung air pasang. Air dari parit tersebut nantinya diharapkan menjadi sumber utama untuk memadamkan api yang masih menyala di area gambut. "Kami fokus membuat sekat kanal agar air pasang bisa tertampung dan digunakan sebagai sumber pemadaman," ujarnya.
Pihaknya memastikan koordinasi terus dilakukan dengan BPBD, TNI, Polri, MPA dan relawan. Dinas Pertanian Inhil menurunkan personel lapangan untuk memantau perkembangan di lokasi sekaligus mendata dampak kebakaran terhadap lahan pertanian warga di sekitar Parit 18, 17 dan 19.
Menurut Surohman, gambut yang terbakar sangat rawan kembali menyala jika tidak ada sumber air yang cukup. Karena itu pembuatan kanal dan sekat menjadi prioritas agar pemadaman bisa efektif. Tim di lapangan juga diminta memetakan titik api yang masih aktif agar penanganan lebih terarah.
Dinas Pertanian Inhil mengimbau masyarakat sekitar Sungai Beringin untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain berbahaya, pembakaran lahan dapat merugikan petani dan merusak lingkungan. "Kami minta warga ikut menjaga agar tidak ada lagi pembakaran lahan baru," tegas Surohman.
Hingga saat ini proses pengerukan sekat kanal di Parit 18 masih berlangsung. Dinas Pertanian Inhil menargetkan kanal segera selesai agar air pasang dapat dimanfaatkan maksimal untuk memadamkan Karhutla. Pemantauan di lapangan akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman dan kondusif.