Presiden Prabowo Pantau Pemulihan Flores, Sekolah, Pasar hingga Aktivitas Warga Berangsur Normal

Senin, 07 September 2026 | 22:48:53 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk memantau perkembangan penanganan gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (07/09/2026). Rapat digelar dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video bersama jajaran terkait di lapangan.

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan penanganan tanggap darurat hingga hari ke-23 atau ke-24 pascabencana berjalan lancar. Salah satu indikatornya adalah tidak adanya tambahan korban jiwa akibat gempa susulan.

"Kesimpulannya Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pasca bencana, ini kegiatan tanggap darurat berjalan lancar," kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, distribusi bantuan logistik juga tidak mengalami kendala berarti. Kebutuhan masyarakat dipantau secara berjenjang mulai dari RT, RW, desa hingga kecamatan untuk kemudian dipenuhi melalui posko-posko logistik.

Selain logistik, kebutuhan dasar seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, akses jalan, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali fungsional. Warga dengan rumah rusak ringan dan sedang juga mulai kembali ke kediaman masing-masing. Bahkan, aktivitas masyarakat turut berangsur pulih.

"Pasar-pasar ini sudah ramai, acara-acara keagamaan juga sudah berlangsung, termasuk juga acara-acara pernikahan, acara-acara sosial masyarakat ini juga sudah kembali pulih," kata Suharyanto.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan pemerintah daerah bersama BNPB, Forkopimda, TNI-Polri, serta kementerian dan lembaga terus memastikan penanganan di lapangan. Di sektor kesehatan, tiga rumah sakit yang rusak telah didukung rumah sakit lapangan dari Kementerian Kesehatan.

Pemulihan juga mulai dilakukan di sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar telah berlangsung secara terbatas, terutama bagi siswa kelas akhir. "Kegiatan belajar-mengajar sudah mulai berjalan untuk terutama kelas 3 ataupun kelas 6 untuk SD sudah mulai bisa dilakukan," kata Laka Lena.

Pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan tenda dan fasilitas pendukung untuk ruang belajar sementara di tingkat SD, SMP, dan SMA. Dukungan relaksasi biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa terdampak juga diharapkan dapat segera direalisasikan.

Di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi NTT mulai berkoordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyiapkan langkah pemulihan ekonomi Flores. Pemerintah daerah juga mengusulkan relaksasi kredit bagi masyarakat terdampak yang belum mampu memenuhi kewajiban kepada perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

"Kalau ini bisa menjadi kebijakan bersama mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Flores bisa keluar lebih cepat dari situasi ini," ujar Laka Lena.

Laka Lena juga melaporkan dukungan anggaran pemerintah mulai digunakan untuk penanganan bencana. Selain itu, ia meminta dukungan bagi relawan berupa vitamin dan trauma healing serta penguatan sarana transportasi, termasuk pesawat dan kapal, untuk mempercepat mobilisasi saat terjadi bencana.

"Kemarin syukur pas waktu kejadian ada kapal, ada pesawat Cassa dari Polri. Pas ada di sini, jadi itu membantu kami karena dari TNI-Polri ini di sini kami rata-rata semua tidak ada pesawat yang bisa bergerak ketika bencana ini," katanya.

BNPB menyebut Pemerintah Provinsi NTT telah mulai berkoordinasi untuk mempersiapkan berakhirnya masa tanggap darurat dan memasuki fase rehabilitasi serta rekonstruksi. Pemerintah pun memastikan proses pemulihan tetap berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan fasilitas publik yang masih terdampak.

Pemerintah memastikan pemulihan Flores terus dikawal hingga kehidupan masyarakat benar-benar kembali berjalan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan ekonomi, seluruh proses dilakukan secara terpadu agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. 

Terkini