PWI Riau Soroti Rendahnya Jumlah Wartawan Kompeten di Era Digital

Selasa, 15 September 2026 | 20:16:13 WIB
Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar

PEKANBARU - Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengajak pimpinan redaksi organisasi pers membendung aksi pemerasan oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan dalam diskusi di Gedung PWI Riau, Pekanbaru pada Selasa (15/9/2026). Langkah tersebut diambil untuk menjaga marwah profesi jurnalis di tengah maraknya tindakan intimidasi terhadap instansi pendidikan hingga pemerintahan.

Fenomena tindakan tidak etis ini memicu keresahan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para kepala sekolah dan kepala desa di Riau. Aksi oknum yang merusak standar kerja tersebut berdampak langsung terhadap reputasi wartawan profesional di lapangan.

"Setiap kali kami bertemu dengan kepala sekolah, kepala desa, dan tokoh masyarakat, keluhan yang muncul selalu sama. Mereka mengeluhkan perilaku, etika, dan sikap oknum yang mengaku wartawan," kata Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar pada Selasa (15/9/2026).

Raja Isyam mengungkapkan para oknum kerap mendatangi fasilitas publik dan instansi pemerintah seperti sekolah hingga SPBU untuk menakut-nakuti pengelola. Mereka meminta sejumlah uang tanpa melakukan proses peliputan berita sesuai kaidah jurnalistik.

Praktik intimidasi tersebut membuat citra profesi jurnalis di mata publik bergeser ke arah label premanisme. Keresahan masyarakat menyebabkan kehadiran pers profesional kerap dipandang negatif akibat kecemasan berlebih.

Situasi ini diperparah oleh maraknya individu yang beroperasi tanpa bernaung di bawah organisasi profesi resmi maupun kualifikasi yang jelas. Padahal, aturan perundang-undangan mewajibkan setiap wartawan memiliki standar kompetensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Tantangan kita ke depan bukan hanya memikirkan soal memproduksi konten, tetapi bagaimana menyelamatkan eksistensi dan integritas wartawan profesional di tengah situasi seperti ini," ujar Raja Isyam.

Maraknya aksi pemerasan di lapangan turut memicu dampak buruk pada ruang publik digital dan media sosial. Berbagai platform seperti Facebook dan TikTok kerap dibanjiri opini publik yang menyamaratakan seluruh jurnalis dengan narasi negatif.

Berdasarkan data pers daerah, jumlah media daring yang beroperasi di Provinsi Riau saat ini diperkirakan mencapai ribuan unit. Namun, jumlah wartawan yang terdaftar resmi di PWI serta memegang sertifikat uji kompetensi masih di bawah angka 300 orang.

Diskusi bertajuk "Tantangan dan Masa Depan Pers Riau" ini dikemas secara fungsional untuk menghasilkan langkah penanganan yang aplikatif. Forum tersebut menghadirkan para pimpinan redaksi guna merumuskan formulasi penegakan etika di lingkungan media.

Selain menggelar diskusi etika, PWI Riau merangkaikan kegiatan tersebut dengan peluncuran Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2026. Ajang ini digelar sebagai stimulus untuk mendorong peningkatan kualitas karya pers di daerah.

PWI Riau berkomitmen mengawal penguatan kapasitas anggota melalui serangkaian pelatihan dan ujian kompetensi secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu menyaring insan pers agar tetap berintegritas dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

Terkini