Cegah TB, Sayangi Paru, UPTD RSUD PH Gelar Penyuluhan Hari Paru Sedunia 2026

Kamis, 24 September 2026 | 13:46:53 WIB

Tembilahan - Dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia Tahun 2026, UPTD RSUD PH menggelar penyuluhan kesehatan pada Kamis (24/09). Kegiatan tersebut mengangkat materi berjudul “Cegah TB, Sayangi Paru” yang disampaikan oleh dr. Riska Yuliana Sari, Sp.P. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan paru, khususnya dalam pencegahan tuberkulosis atau TB.

Dalam paparannya, dr. Riska menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang paru-paru. Ia menekankan bahwa TB dapat dicegah dan disembuhkan jika pasien berobat secara teratur. Gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan sesak napas perlu diwaspadai.

Dokter spesialis paru itu juga memaparkan cara penularan TB melalui percikan ludah atau droplet saat penderita batuk atau bersin. Karena itu, menjaga ventilasi ruangan, membuka jendela, memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk, dan tidak meludah sembarangan menjadi langkah penting. “Lingkungan bersih dan udara segar membantu menekan risiko penularan,” ujarnya.

Dari sisi pencegahan, dr. Riska mendorong imunisasi BCG pada bayi, pola hidup bersih dan sehat, gizi seimbang, berhenti merokok, serta skrining bagi kontak erat pasien TB. Ia mengingatkan bahwa rokok memperburuk kesehatan paru dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan bila mengalami gejala mencurigakan.

Direktur UPTD RSUD PH, dr. H. Firman Nurdiansah, M.Ked, Sp.THT-KL, M.M, menyampaikan apresiasi atas kegiatan penyuluhan tersebut. Menurutnya, Hari Paru Sedunia menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan paru harus dijaga. “Paru adalah organ vital. Cegah TB sejak dini, sayangi paru dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Firman menjelaskan bahwa UPTD RSUD PH berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien TB, mulai dari skrining, diagnosis, pengobatan, konseling, hingga pemantauan kepatuhan minum obat. Rumah sakit juga bersinergi dengan puskesmas dan lintas sektor untuk penemuan kasus serta pendampingan pasien. Menurutnya, pengobatan TB harus tuntas agar tidak terjadi resistensi.

Ia juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap pasien TB. Pasien tidak boleh dijauhi, melainkan didukung agar menyelesaikan pengobatan. “TB bukan aib. Dengan pengobatan yang benar dan disiplin, pasien dapat sembuh dan kembali produktif,” kata Firman. Dukungan keluarga dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Kegiatan penyuluhan diikuti peserta dengan antusias dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Melalui momen Hari Paru Sedunia 2026, UPTD RSUD PH berharap masyarakat semakin peduli pada kesehatan paru, menerapkan pencegahan TB, dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, upaya “Cegah TB, Sayangi Paru” dapat terwujud secara bersama-sama.

Terkini