Dari Layar ke Ruang Renungan, Siswa MTs-TI Sungai Guntung Belajar Membaca Sejarah

Rabu, 30 September 2026 | 13:11:09 WIB

KATEMAN – Aula MTs Tarbiyah Islamiyah (MTs-TI) Sungai Guntung mendadak menjadi ruang belajar yang berbeda, Rabu (30/9/2026). Bukan buku pelajaran yang menjadi pusat perhatian, melainkan sebuah layar yang membawa para siswa dan majelis guru menyaksikan kembali salah satu bagian penting perjalanan sejarah Indonesia.

Kegiatan nonton bareng film G30S/PKI tersebut diikuti keluarga besar MTs-TI Sungai Guntung. Para pelajar bersama majelis guru mengikuti pemutaran film dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mengenal dan memahami sejarah bangsa.

Namun, kegiatan tidak berhenti ketika layar berhenti menampilkan gambar.

Para siswa kemudian diajak mengikuti kuis interaktif. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan menjadi bagian dari proses untuk melihat sejauh mana mereka menangkap informasi dan pesan dari tayangan yang telah disaksikan.

Suasana belajar pun terasa lebih dinamis. Siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi diajak mengingat kembali apa yang mereka lihat, mendengarkan penjelasan, serta berani memberikan respons.

Kepala MTs-TI Sungai Guntung, Mirwan, S.Sy., Gr., turut mendampingi kegiatan tersebut bersama majelis guru.

Bagi madrasah, mengenalkan sejarah kepada generasi muda bukan semata-mata menghadirkan kembali cerita masa lalu. Ada nilai yang jauh lebih penting, yakni bagaimana peserta didik belajar mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa.

Terlebih bagi generasi yang tumbuh di tengah derasnya informasi digital, sejarah perlu dipahami dengan sikap kritis dan bijak.

Dari kegiatan sederhana di sebuah aula madrasah di Sungai Guntung itu, terselip pesan yang cukup dalam. Bahwa masa lalu mungkin telah berlalu, tetapi pelajarannya tetap dibutuhkan oleh generasi yang akan menentukan masa depan negeri.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, memperkuat semangat persatuan dan kesatuan, sekaligus membangun kesadaran siswa bahwa menjaga Indonesia juga dimulai dari kemampuan memahami sejarahnya.

Karena pada akhirnya, sejarah bukan hanya tentang siapa yang mengingat. Tetapi tentang bagaimana generasi hari ini belajar agar kesalahan masa lalu tidak kehilangan maknanya sebagai pelajaran.

(Rep/Leman)

Terkini