PEKANBARU - Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau untuk membuat hujan buatan telah selesai dilaksanakan di Riau. Selama periode pelaksanaan yakni pada bulan Juli hingga September, total 80 ton garam telah di semai di langit Riau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, OMC yang dilaksanakan di Riau merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, BMKG dan juga BRIN.
“Selama periode pelaksanaan OMC di Riau yakni mulai 30 Juli hingga 25 September, total garam yang telah di semai sebanyak 80 ton,” katanya.
Dikatakannya, selama pelaksanaan OMC tersebut, juga sudah terpantau terjadi hujan dibeberapa wilayah di Riau. Hal tersebut juga cukup membantu dalam proses pemadam Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat terjadi di Riau beberapa waktu lalu.
“Setelah pelaksanaan OMC di beberapa wilayah yang sebelumnya kering turun hujan. Hal tersebut juga cukup membantu proses pemadaman Karhutla,” sebutnya.
Sementara itu, Provinsi Riau saat ini dilaporkan sudah nihil titik Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, beberapa wilayah di Riau dilaporkan masih diselimuti kabut asap.
“Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau,” katanya.
Meski kondisi Riau saat ini nihil karhutla, petugas tetap disiagakan dan pemantauan terhadap daerah rawan kebakaran terus dilakukan.
BPBD Damkar Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, total luas lahan terbakar di Riau telah mencapai 20.597,23 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas terbakar terluas se-Riau yaitu 8.569,25 Ha. Disusul Pelalawan dengan luas terbakar 6.710,21 Ha, Inhu 1.631,95 Ha, Inhil 1.381,54 Ha, dan Dumai 651,09 Ha.
“Untuk Wilayah lain yakni Rohil: 445,47 Ha, Siak: 429,72 Ha, Meranti: 307,91 Ha, Kampar: 171,67 Ha, Kuansing: 129,32 Ha, Pekanbaru: 106,73 Ha dan Rohul: 62,37 Ha,” katanya.