Babinsa Pulau Burung Perkuat Jejaring Penanganan Karhutla Terpadu Lewat Patroli Dialogis di Teluk Nibung

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03:42 WIB

Pulau Burung  – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan oleh TNI AD, khususnya Koramil 11/PBR, melalui pendekatan kewilayahan yang humanis. Pada Senin (12/10/2026), Babinsa Koramil 11/PBR, Sertu Siswanto, turun langsung ke lapangan untuk memperkuat posko pengamatan dini di wilayah Kecamatan Pulau Burung. Langkah ini merupakan bagian dari strategi komando atas dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan dari ancaman bencana ekologis.

Kegiatan patroli yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bukan sekadar pengawasan rutin, melainkan upaya konkret Babinsa dalam membangun jaring penanganan Karhutla terpadu. Sertu Siswanto menggandeng elemen masyarakat setempat untuk menciptakan sistem kewaspadaan berbasis komunitas. Sinergitas antara aparat teritorial dan warga ini diharapkan mampu menutup celah盲区 (blind spot) yang tidak terjangkau oleh pemantauan teknologi satelit.

Sasaran utama patroli kali ini difokuskan pada area yang teridentifikasi rawan di wilayah Teluk Nibung, dengan titik koordinat 0°25'22"N 103°32'33"E. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pemetaan area yang memiliki vegetasi kering serta proximity dengan area perkebunan warga, sehingga memerlukan pengawasan ekstra ketat untuk mencegah adanya pembukaan lahan dengan cara membakar.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Siswanto tidak bekerja sendirian melainkan berkolaborasi dengan dua orang perwakilan masyarakat setempat. Formasi personel gabungan yang terdiri dari satu personel TNI dan dua warga sipil ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan Karhutla di Pulau Burung kini bertumpu pada kekuatan kolektif. Jejaring ini berfungsi sebagai "mata dan telinga" tambahan yang siaga memantau kondisi lapangan secara *real-time*.

Metode yang digunakan dalam patroli adalah patroli dialogis, di mana Babinsa menyambangi warga dan petani di sekitar titik koordinat untuk melakukan sosialisasi. Sertu Siswanto memberikan edukasi mengenai dampak hukum dan lingkungan dari pembakaran lahan, sekaligus mendengarkan aspirasi warga terkait kendala pengelolaan lahan. Pendekatan persuasif ini dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif dibandingkan sekadar penegakan aturan.

Pembangunan jaringan terpadu ini juga bertujuan untuk mempercepat alur informasi deteksi dini. Dengan adanya warga yang turut serta dalam patroli, informasi mengenai perubahan kondisi cuaca ekstrem atau munculnya asap tipis dapat segera dilaporkan ke posko Koramil tanpa menunggu laporan resmi. Hal ini memungkinkan tindakan pencegahan dilakukan lebih cepat sebelum api membesar.

Komandan Kodim 0314/Inhil melalui Danramil 11/PBR menekankan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Model patroli gabungan seperti yang dilakukan Sertu Siswanto di Teluk Nibung ini akan dijadikan percontohan bagi koramil lain di wilayah Inhil untuk mengaktifkan kembali pos-pos karhutla tingkat desa yang melibatkan tokoh masyarakat.

Hingga pukul 11.00 WIB, situasi di wilayah Teluk Nibung terpantau aman dan kondusif tanpa ditemukan titik api. Koramil 11/PBR berkomitmen untuk terus mempertahankan intensitas patroli dan memperluas jaringan komunikasi dengan masyarakat, demi memastikan Kabupaten Indragiri Hilir tetap bebas dari bencana asap pada musim kemarau tahun ini.

Terkini