Menko Bahlil Ungkap Cadangan BBM Nasional dan Strategi Hilirisasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:08:35 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah terus menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di tengah dinamika lonjakan harga minyak mentah dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). Langkah antisipasi tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan bahwa harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) saat ini berada di kisaran USD105–106 per barel. Meski demikian, rata-rata ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 masih terjaga pada kisaran USD91–92 per barel.

“Rata-rata dari Januari sampai dengan bulan Oktober sekarang ICP kita di angka 91 sampai dengan 92 dolar per barel,” ujar Bahlil.

Terkait ketersediaan energi, Bahlil menegaskan bahwa cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman untuk kebutuhan masyarakat. Stok BBM jenis Pertalite (RON 90) tercatat bertahan untuk 16–20 hari, sedangkan BBM jenis Pertamax (RON 92, 95, 98) serta Solar berada di atas 20 hari.

“Untuk di sektor BBM saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita rata-rata–minus Pertalite yang RON 90, RON 90 sekarang di angka 16-20 hari, kemudian selebihnya untuk bentuk BBM yang lain itu rata-rata di atas 20 hari,” tegas Bahlil.

Pemerintah juga telah memperkuat keterjaminan pasokan BBM di Provinsi Bali dengan menaikkan cadangan daerah menjadi 11–12 hari dan ditargetkan mencapai 15 hari dalam sepekan ke depan. Penguatan ketahanan energi wilayah tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, serta PT Pertamina (Persero).

“Sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional. Problem-nya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai, tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Forkopimda dan Gubernur dan Kapolda dan TNI, dan sudah benar-benar Pertamina melakukan ini, itu dari sisi BBM,” tuturnya.

Selain Bali, Bahlil mengonfirmasi kendala distribusi BBM di sejumlah kawasan Jawa Timur telah berangsur teratasi melalui penambahan pasokan langsung oleh Pertamina. Sementara pada sektor mineral dan batu bara, pemerintah menerapkan relaksasi produksi secara terbatas guna merespons kenaikan harga batu bara yang mencapai USD154 per ton untuk kalori 633.

“Sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand, tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” ucapnya.

Di sektor hilirisasi, pengembangan industri nikel dinilai berjalan secara berkelanjutan menyusul peresmian pabrik di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pemerintah selanjutnya bersiap meresmikannya fasilitas pengolahan ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.

“Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan ground breaking, itu adalah kerja sama antara CATL dan BUMN kita,” ujar Bahlil.

Terkini